Breaking News:

Berita Lumajang

Pengepul Kulit Hewan Kurban di Lumajang Ketiban Rezeki Idul Adha, Selembar Bisa Dihargai Rp 33 Ribu

Hari Raya Idul Adha membawa berkah tersendiri bagi para pengepul kulit hewan kurban.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Tony H
Salah satu pegawai saat menumpuk lembaran kulit kambing di Pasar Baru Lumajang, Rabu (21/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Hari Raya Idul Adha membawa berkah tersendiri bagi para pengepul kulit hewan kurban.

Di momen ini mereka dipastikan panen rezeki karena bisa mendapatkan pasokan melimpah dari kulit hewan kurban.

Seperti yang terlihat di Pasar Baru Lumajang misalnya. Sejak pagi pengepul terlihat kuwalahan menghitung lembaran kulit hewan kurban yang disetorkan.

Deddy Firmansyah salah satu pengusaha kulit di Pasar Baru mengatakan, harga jual kulit tahun ini dengan tahun sebelumnya cukup stabil.

Meskipun penerapan PPKM Darurat masih berlangsung, omzet pendapatan usaha ini masih cukup menguntungkan.

"Alhamdulillah masih ramai cuma kalau dibandingkan tahun sebelumnya ada sedikit penurunan. Mungkin karena efek pandemi dan PPKM," kata Deddy.

Deddy menjelaskan, harga jual kulit tahun ini dengan tahun sebelumnya cukup stabil. Selisih harganya tidak terlalu jauh.

Penjualan satu kulit ekor sapi dipatok harga sekitar Rp 7 ribu per kilogram. Sedangkan untuk kulit kambing dihargai Rp 18 ribu sampai Rp 33 ribu perlembar.

Harga itu bergantung kualitas kulit. Jika kulit yang disetorkan memiliki cacat sayatan, alhasil harganya bisa menurun.

"Kalau kulit jenis kambing kacang perhitungannya sekitar Rp 18 ribu perlembar. Sedangkan untuk kulit kambing jenis gibas ini bisa Rp 33 ribu perlembar. Harga itu untuk kualitas maksimal. Beda lagi kalau kulitnya sampai berlubang-lubang atau sedikit membusuk karena tidak disimpan dengan benar. Harganya bisa berkurang" jelasnya.

Dia menceritakan hari kedua Idul Adha sudah mendapat hampir 2.000 lembar kulit hewan kurban.

Seluruh kulit yang sudah terkumpul tersebut bakal dijual ke salah satu pengusaha kulit di Lumajang. Di sana bakal diolah menjadi bahan setengah jadi sebelum disetorkan ke Surabaya.

"Untuk pembuatan pakaian, jaket, dompet dan asesoris lainnya. Alhamdulillah semoga omzet tahun ini tidak terlalu turun," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved