Breaking News:

Berita Kota Malang

Update Kondisi Terkini Tiga Anak di Kota Malang yang Jalani Isolasi Mandiri Tanpa Orang Tua

Update kondisi tiga anak di Kota Malang yang jalani isolasi mandiri tanpa orang tua. Sang ayah masih mendapat perawatan di RSUD dr Saiful Anwar.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Hayu Yudha Prabowo
Tim Sama Ramah Trauma Healing Korban Covid-19 saat memberikan pendampingan psikologis kepada tiga anak yang menjalani isolasi mandiri tanpa orang tua, Rabu (21/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Tiga orang anak yang terpapar Covid-19 (virus Corona), harus menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya yang berada di Perumahan Puskopad, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, tanpa kedua orang tuanya.

Tiga anak menjalani isolasi mandiri tanpa orang tua itu berinisial SA, KH dan MA.

Ibunya yang berinisial IKW (50), sudah meninggal dunia karena Covid-19. Sementara ayahnya SB (52), tengah mendapat perawatan di RSUD dr Saiful Anwar Kota Malang (RSSA).

Perlu diketahui, anak sulung yang berinisial SA merupakan ABK (anak berkebutuhan khusus). Oleh karena itu, untuk kebutuhan sehari-hari, anak kedua yang berinisial KH yang merawat kakak serta adiknya.

Bidan Wilayah Puskesmas Kedungkandang sekaligus tenaga kesehatan yang memantau kondisi ketiga anak, Endah Purwati mengungkapkan, ketiga anak tersebut telah selesai menjalani isolasi mandiri.

"Mereka sudah selesai isomannya, tanggal 19 Juli 2021 kemarin. Kalau sudah 14 hari tidak ada gejala, maka tidak diswab. Dan dilihat kondisinya, mereka sudah baik semua," ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (21/7/2021).

Saat ini, ketiga anak itu terus mendapatkan support makanan, baik dari pihak RT/RW maupun kelurahan.

Baca juga: Forkopimda Kota Malang Ciptakan Program Sama Ramah Trauma Healing Korban Covid-19

"Kita terus memantau kondisinya setiap hari. Untuk kondisi ayah dari ketiga anak tersebut, masih dirawat di RSSA dan dalam tahap pemulihan. Jadi, kita terus support sampai ayahnya pulang," ungkapnya.

Endah Purwati mengaku, dengan adanya program Trauma Healing Forkopimda Kota Malang, pihaknya sangat terbantu dalam memulihkan psikologis ketiga anak tersebut.

"Tentu, dengan adanya trauma healing tersebut akan sangat membantu sekali. Hingga saat ini, anak pertama dan ketiga belum diberi tahu kalau ibunya sudah meninggal. Yang anak kedua, sudah tahu kalau ibunya sudah meninggal. Nanti, biar ayahnya pelan-pelan yang akan memberi tahu mereka," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved