Breaking News:

Berita Bisnis

Soal Pasar Properti, Analis KPMG Economics: Pertumbuhan Harga Properti Australia Lampaui Prediksi

Analisis KPMG Economics menunjukkan,harga properti Australia meningkat jauh di atas apa yang seharusnya terjadi jika Covid 19 tak pernah terjadi.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Gedung-gedung pencakar langit di Australia 

"Sepanjang Lock Down Sydney terbaru, kami telah melihat permintaan yang lebih tinggi daripada sebelumnya, melihat tren yang berkelanjutan, saya tidak akan terkejut melihat harga segera naik," tambah Prisca.

Baca juga: Sempat Meredup, Pasar Properti di Sidoarjo Pada Tahun 2021 Mulai Bergeliat

Senada dengan penjelasan tersebut, Direktur Penjualan dan Pemasaran Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo, mengungkapkan bahwa seperti halnya pisau, pandemi Covid-19 ini memiliki 2 sisi yang saling bertentangan.

“Kita tidak menutup mata bahwa kerusakan yang dihasilkan oleh pandemi ini sangatlah luar biasa terutama jika dilihat dari varian baru yang lebih menular," ungkap Tyas.

Namun di sisi lain, pandemi yang telah berjalan sekitar 1,5 tahun ini menciptakan kebiasaan baru terutama dalam hal keuangan. Baik itu dari sisi pemerintah maupun swasta dan rumah tangga.

“Kombinasi dari stimulan dan kebijakan bunga rendah pemerintah, ditambah pengeluaran rumah tangga yang jauh lebih selektif, jumlah populasi yang rendah karena penurunan angka imigrasi turut mempengaruhi kondisi pasar properti khususnya di Australia," lanjut Tyas.

Ditambah kebutuhan masyarakat domestik saat ini akan tempat tinggal yang memiliki konsep biofilik akan terus memberi bahan “aditif” kepada pasar”.

Pertumbuhan harga rumah tapak secara alami juga akan ikut mengerek harga unit apartemen.

“Belum lagi dari kalangan investor yang melihat bahwa saat ini adalah waktu terbaik untuk melakukan investasi," jelas Tyas.

Menurut alumnus University of Sydney ini, meskipun Australia sedang menghadapi gelombang kedua Covid-19 seperti halnya di Indonesia, namun Tyas memiliki keyakinan bahwa pasar properti Austalia akan lebih siap.

“Mengingat pengalaman dan keberhasilan Negara Kangguru dalam menangani gelombang pertama Covid-19, saya memiliki keyakinan bahwa pasar properti di Australia kali ini akan lebih “tahan banting," papar Tyas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved