Breaking News:

Berita Sidoarjo

BHS Sebut Penyekatan Jalan PPKM Darurat di Sidoarjo Perlu Dilonggarkan: Bayangkan Nasib Sopir, Kenek

BHS sebut penyekatan jalan selama PPKM Darurat di Sidoarjo perlu dilonggarkan, terlebih untuk transportasi publik: Bayangkan nasib sopir dan kenek.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Taufik
Ketua Harian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono (BHS) saat membagikan daging kurban di Sidoarjo, Kamis (22/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Penyekatan sejumlah ruas jalan selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat di Sidoarjo dan berbagai wilayah lain perlu ada pelonggaran. Khususnya bagi transportasi publik yang melayani kebutuhan masyarakat banyak.

Demikian disampaikan Ketua Harian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono di sela membagikan daging kurban di Sidoarjo, Kamis (22/7/2021).

Menurutnya, kebijakan penyekatan jalan perlu ada evaluasi. Karena penyekatan itu sudah sangat merepotkan banyak masyarakat, dan sangat berdampak luar biasa kepada masyarakat yang ekonominya bergantung pada perputaran transportasi.

"Seperti di Terminal Purabaya di Bungurasih itu, penurunannya sampai 90 persen. Bisa anda bayangkan bagaimana nasib sopir, kenek, kondektur, dan sebagainya yang sehari-hari menggantungkan hidup dari sana," ujar BHS, sapaan Bambang Haryo Soekartono.

Dia menyebut, penggunaan moda transportasi publik sebenarnya lebih memudahkan pemantauan masyarakat daripada penggunaan kendaraan pribadi. Karena itu sudah semestinya untuk transportasi publik diberi kelonggaran dalam penyekatan.

"Jangan sampai setelah PPKM justru industri transportasi malah kolaps. Sekali lagi jangan sampai itu terjadi, sehingga perlu evaluasi," lanjutnya.

Sementara itu, dalam kegiatan di Hari Raya Idul Adha ini, bos Dharma Lautan Utama (DLU) Grup tersebut sengaja memperbanyak jumlah pembagian daging kurban juga karena alasan kepedulian. Untuk tahun ini ada 30 ekor sapi dan 40 ekor kambing yang dikurbankan.

Baca juga: Ruang Kelas Sekolah di Sidoarjo Disulap Jadi Shelter Isolasi Pasien Covid-19, Khusus Gejala Ringan

Daging sapi dan kambing itu dibagikan ke sejumlah warga di Surabaya dan Sidoarjo.

"Pedagang hewan kurban juga mengeluh penjualannya anjlok sampai 40 persen," imbuh pria yang juga anggota dewan pakar DPP Partai Gerindra itu.

Menurut BHS, saat pandemi Covid-19 masyarakat juga membutuhkan asupan gizi yang baik. Salah satunya disuplai dari protein dalam daging. Harapannya dengan pembagian daging kurban itu mampu membantu suplai gizi masyarakat.

Namun karena masih di masa pandemi, pembagian hewan kurban itu dilakukan secara bertahap untuk menghindari kerumunan.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved