Breaking News:

Berita Pasuruan

Realisasi 11,44 Persen, PUSAKA Soroti Minimnya Penyerapan Anggaran Penanganan COVID-19 di Pasuruan

Pusat Studi Advokasi dan Kebijakan (PUSAKA) menyoroti penyerapan anggaran di Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pusat Studi Advokasi dan Kebijakan (PUSAKA) menyoroti penyerapan anggaran di Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan.

Memasuki bulan Juli ini, penyerapan anggaran yang didapatkan dari hasil refocusing delapan persen di dinas ini baru 11,44 persen atau sekitar Rp 10 miliar.

Sekadar diketahui, Satgas penanganan COVID-19 memiliki anggaran Rp 87 miliar dari hasil refocusing untuk penanganan COVID-19.

Direktur PUSAKA Lujeng Sudarto menyebut minimnya serapan anggaran refocusing ini menunjukkan rendahnya kinerja Satgas COVID-19 Pemkab Pasuruan

"Ketika Pemerintah daerah tak paham bagaimana cara eksekusi dari dana tersebut, bukankah ada ruang bertanya pada Kemendagri misalnya, atau Kementrian Keuangan," kata Lujeng, Jumat (23/7/2021).

Lujeng sangat menyanyangkan laporan penyerapan anggaran ini. Ia menyebut, seharusnya uang itu bisa dimanfaatkan maksimal untuk penanganan COVID-19 yang lebih maksimal.

"Jadi tidak bisa dijadikan alasan, eksekusi dana tersebut terkendala hanya karena aturan yang tak mereka paham. Itu bisa dipertanyakan," jelasnya.

Apalagi, kata Lujeng, minimnya serapan anggaran ini berbanding terbalik dengan penyaluran biaya tidak terduga (BTT) dan bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat.

Disampaikan dia, penyaluran Bansos mencapai 50,51 persen atau sekitar Rp 20,7 miliar dari alokasi Rp 41 miliar. Sedangkan realisasi BTT mencapai 58,15 persen atau Rp 15,5 miliar dari  Rp 25 miliar. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved