Breaking News:

Berita Malang

Usulkan PPKM Mikro kepada Wapres, Pemkot Malang Kuatkan Testing dan Tracing

Menghadapi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, Wali Kota Malang Sutiaji akan kembali kuatkan testing dan tracing

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
TribunJatim.com/Rifky Edgar
Wali Kota Malang, Sutiaji. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Menghadapi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, Wali Kota Malang Sutiaji akan kembali menguatkan testing dan tracing di tingkat RT RW.

Hal ini dilakukan, setelah Sutiaji menyampaikan aspirasi dan usulan agar tidak perlu ada lagi pola PPKM Darurat kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin beberapa hari yang lalu.

Sutiaji mengatakan, penguatan testing dan tracing di tingkat RT RW pernah berjalan secara efektif ketika terjadi lonjakan kasus di wilayah Bunulrejo dan Mergosono di tahun 2020 lalu.

Kejadian itu sempat membuat dua wilayah itu menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lokal.

"Pengendalian harus mulai dan dikuatkan di level kampung atau RT/RW. Ini sejalan dengan spirit dari strategi tracing dan testing. Kendali sejak di titik awal. Bertepatan kota Malang punya pengalaman empirik yang bisa dikatakan berhasil, yakni saat kasus covid di jalan Binor Bunul rejo dan juga di kampung Mergosono," ucapnya.

Pada saat itu, Sutiaji menjelaskan, dengan adanya testing dan tracing, warga dengan cepat dapat langsung terlokalisir.

Begitu juga dalam proses pemantauan warga hingga pendampingan kepada yang isoman juga berjalan dengan baik.

"Komunikasi antara Puskesmas dengan warga di titik tersebut juga sangat konstruktif karena terfokus. Begitu pola pendekatan meluas, justru seakan kehilangan sasaran pokok," tambahnya.

Maka dari itu, Sutiaji ngotot dalam mengusulkan PPKM Mikro agar lebih diseriusi dan dijadikan pola secara nasional.

"Begitu kita bisa melakukan pengendalian pada tingkat mikro, secara otomatis maka strategi testing dan tracing akan lebih terpola," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, pola testing dan tracing ini diterapkan di masing-masing wilayah ketika ada kasus Covid-19.

Testing dan tracing tersebut dilakukan ketika ada satu orang yang terkonfirmasi positif.

Kemudian tindak lanjutnya ialah dilakukan tracing dan testing kepada 15 orang kontak erat.

"Secara teknis ada satu kasus konfirmasi positif itu harus dilakukan tracing dan testing yg minimal kepada 15 orang kontak erat dengan yang bersangkutan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved