Breaking News:

Berita Malang

Dewan Sarankan Penambahan Safe House Baru Menggunakan Gedung Milik Pemkot Malang

Anggota DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menyarankan Pemerintah Kota Malang agar menambah safe house baru yang ditempatkan di gedung milik Pemkot Malang

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Rifky Edgar
Anggota DPRD Kota Malang Arief Wahyudi 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Anggota DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menyarankan Pemerintah Kota Malang agar menambah safe house baru yang ditempatkan di gedung milik Pemkot Malang.

Saran tersebut diberikan, setelah ada penolakan warga yang terjadi atas rencana Pemkot Malang untuk menambah safe house di hotel yang berlokasi di wilayah RW 04 Kelurahan Bareng Kota Malang.

"Kenapa safe house ini di Klojen, khususnya Bareng. Seharusnya di tiap kecamatan ada safe hosue. Mending pakai gedung pemerintah yang bisa dimanfaatkan. Daripada memilih tempat yang berada di tengah perkampungan," ucapnya.

Fraksi PKB itu menilai, Pemkot Malang lebih baik memakai gedung pemerintah yang bisa dimanfaatkan.

Seperti SMPN 6 Kota Malang maupun gedung Kartini yang lokasinya juga di kecamatan Klojen Kota Malang.

"Saran saya pakai gedung pemerintah yang tidak harus berkomunikasi dengan Masyarakat. Karena masyarakat ini juga butuh safe house, tapi ya jangan mencari seenaknya sendirilah," ucapnya.

Alasan Arief menyarankan sekolah untuk dijadikan safe house, lantaran sekolah saat ini sedang diliburkan sampai waktu yang belum ditentukan.

Di juga menyayangkan, pemilihan salah satu hotel di RW 04 Kelurahan Bareng yang lokasinya berdempetan dengan rumah warga.

"Ya wajarlah ada penolakan. Saya mengikuti suara masyarakat karena saya ini wakil rakyat. Ini kan lokasinya sama-sama di Bareng. Cuma kalau yang di jalan Kawi itu diterima oleh warga karena memiliki tembok yang tinggi. Lah ini maunya di hotel yang tidak ada jarak dan di tengah perkampungan," ucapnya.

Baca juga: Kejar Target  Vaksinasi, Polres  Lamongan Gelar Gebyar Vaksinasi di Tingkat  Pelajar

Arief pun berharap, Pemkot Malang bisa mendengarkan suara dan aspirasi masyarakat.

Yakni dengan cara elegan tanpa harus bersinggungan dengan masyarakat.

"Saya berharap Pemkot dapat mendengarkan suara masyarakat. Artinya setiap kegiatan di Kota Malang membutuhkan dukungan masyarakat. Kalau masyarakat gak mendukung, ada boikot dari masyarakat itu yang tidak kami inginkan. Mending carilah tempat lain," tandasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved