Breaking News:

Berita Jatim

Ekspor Jatim Didominasi Sektor Industri, Disperindag: Momen Apik Jadi Penggerak Pemulihan Ekonomi

Dominasi sektor industri pada Ekspor Jawa Timur di pertengahan tahun 2021 ini digadang-gadang bisa menjadi angin segar  pemulihan ekonomi

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Kadisperindag Jatim, Drajat Irawan saat meninjau salah industri olahan kayu yang ada di Jatim. 

Laporan Wartawan TribunJatim Network, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dominasi sektor industri pada ekspor Jawa Timur di pertengahan tahun 2021 ini digadang-gadang bisa menjadi angin segar  pemulihan ekonomi.

Sejalan dengan kondisi tersebut, Kadisperindag Jatim, Drajat Irawan menyatakan pihaknya tentunya tidak akan tinggal diam saja dalam memanfaatkan momen apik itu.

“Kita ketahui bersama, kontribusi sektor industri hingga kini masih mendominasi terhadap capaian nilai ekspor Jawa Timur.

Jadi, ini merupakan salah satu poin bagi pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada pengembangan sektor industri tersebut,” ungkap Drajat, Sabtu (24/7/21).

Adapun guna memperluas akses pasar ekspor bagi sektor industri, kata Dia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur terus berupaya untuk melakukan identifikasi komoditas potensial yang mampu menjadi salah satu penggerak pemulihan ekonomi.

Tidak hanya terbatas pada industri besar, tetapi juga pelaku industri kecil dan menengah.

Dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, masih kata Drajat, juga telah memetakan beberapa sektor prioritas diantaranya adalah tembaga murni berupa katoda, barang perhiasan dari logam mulia, kayu lapis dengan ketebalan tidak melebihi 6 mm, perabotan kayu lainnya.

Baca juga: Warga Aniaya Petugas Pemakaman dan Rebut Jenazah Pasien Covid-19, BPBD Jember: Sudah Keterlaluan

Kemudian kayu dan olahannya (termasuk strip dan frieze untuk lantai papan), fraksi cair dari minyak yang dimurnikan dalam kemasan, serta udang.

"Tak hanya itu saja, sejumlah strategi terus diupayakan untuk meningkatkan ekspor di Jawa Timur diantaranya adalah stimulus kepada pelaku usaha, baik di sektor industri maupun perdagangan, yang diberikan melalui pendampingan, bantuan konsultasi melalui hotline center dinas, pelatihan, dan sosialisasi," tandasnya.

Sekadar informasi, berdasarkan data yang diterima Tribun dari Disperindag Jatim, sektor industri berkontribusi sebesar 84,80 persen terhadap peningkatan ekspor Jawa Timur pada bulan Juni 2021 dengan nilai mencapai USD 2,06 miliar atau meningkat sebesar 22,46 persen dibandingkan dengan bulan Mei 2021 dan meningkat sebesar 48,02 persen dibandingkan bulan Juni tahun sebelumnya serta merupakan nilai tertinggi dibandingkan periode Januari 2019 sampai Juni 2021.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved