Breaking News:

Berita Trenggalek

Ajukan Pinjaman Rp 250 M, Pemkab Trenggalek Ingin Bangun Ruang Khusus Penanganan Covid di RSUD

Pemerintah Kabupaten Trenggalek sedang melengkapi berkas syarat administrasi untuk pengajuan dana pinjaman program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/Afla
Petugas menurunkan tabung oksigen di selasar Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek dengan latar belakang tempat para pasien yang dirawat di ruang tunggu, Senin (19/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEKPemerintah Kabupaten Trenggalek sedang melengkapi berkas syarat administrasi untuk pengajuan dana pinjaman program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Mengajukan dana pinjaman senilai Rp 250 miliar, pemkab berencana akan mengembangkan pembangunan ruang-ruang penting untuk menunjang penanganan Covid-19 di wilayahnya.

“Ini sekarang kami masih menunggu balasan. Kami juga masih menyiapkan syarat-syarat administrasinya,” kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Minggu (25/7/2021).

Dengan mempertimbangkan banyak hal, Pemkab Trenggalek optimistis dana utang itu bisa tersalur ke wilayahnya.

Maka dari itu, pihaknya juga mulai menyusun rencana-rencana penggunaan dana pinjaman itu. Mas Ipin mengatakan, fokus saat ini adalah penanganan pandemi yang belum juga melandai pada akhir Juli ini.

“Kami sekarang fokusnya penanganan covid. Sehingga kami rencanakan untuk menambah fasilitas yang ada di RSUD. Dengan pengajuan pinjaman program PEN, harapannya bisa secapat mungkin terealisasi,” sambung politisi PDI Perjuangan itu.

Seperti diketahui, RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek, yang menjadi RS rujukan covid, sempat mengalami kelebihan kapasitas.

Pasien-pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) harus rela dirawat di ruang tunggu karena jumlah pasien yang membeludak.

Maka dari itu, pemkab ingin membangun tempat khusus penanganan Covid-19, selain ruang isolasi yang sudah ada.

“Kami ingin membangun IGD khusus covid, ICU (Intensive Care Unit) khusus covid. Dan menambah ruang isolasi di rumah sakit,” sambung Mas Ipin.

Dengan adanya rencana baru itu, pemkab akhirnya urung membangun rumah sakit baru di wilayah Kecamatan Watulimo.

Mas Ipin mengatakan, rencana pembangunan rumah sakit baru itu akan diganti dengan memperluas sarana dan prasarana di dua puskesmas yang ada di wilayah itu, yakni Puskesmas Slawe dan Puskesmas Watulimo.

“Rencana ini berdasarkan kondisi sekarang yang kami jadikan pertimbangan rasional. Jadi semua sama-sama penting. Dan kami prioritaskan pada rencana yang terpenting,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved