Breaking News:

Berita Nganjuk

Angka Penambahan Kasus Corona Turun, Satgas Covid-19 Nganjuk Tetap Minta Warga Waspada Penularan

Terjadinya penurunan angka penambahan kasus covid-19 di Kabupaten Nganjuk terus diwaspadai Tim Satgas Penanganan Covid-19

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, Sabtu (29/5/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Terjadinya penurunan angka penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk terus diwaspadai Tim Satgas Penanganan Covid-19.

Hal ini dilakukan oleh tim Satgas Penanganan Covid-19 agar tidak kembali terjadi lonjakan penambahan kasus disebabkan oleh adanya keteledoran dalam pengawasan penyebaran virus corona.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk sekaligus Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, melihat penularan Covid-19 di Kabupaten Nganjuk hingga jumlah penambahan kasus signifikan hingga sempat mencapai lebih dari 500 kasus perhari diupayakan tidak boleh terjadi kembali.

Baca juga: TNI-Polri di Lamongan Gandeng Satpol PP Patroli Skala Besar Sembari Bagi-bagi Beras

Ini setelah penambahan kasus covid-19 tersebut berasal dari kluster keluarga dampak dari tingginya mobilitas warga saat Idul Fitri dan lainya.

"Untuk itu, kami telah meminta Satgas Covid-19 hingga tingkat Desa untuk tetap waspada perkembangan kasus covid-19 di wilayahnya masing-masing dan tidak abai," kata Marhaen Djumadi, Minggu (25/7/2021).

Disamping itu, dikatakan Marhaen Djumadi, masuknya jenis covid-19 vairan delta juga disinyalir menjadi penyebab melambungnya kasus positif corona di Kabupaten Nganjuk dalam dua pekan terakhir. Dimana hal itu telah diprediksi para dokter di Kabupaten Nganjuk bakal adanya penularan cukup cepat dari covid-19 varian delta.

"Rupanya prediksi dari rekan-rekan dokter di Nganjuk tersebut terbukti meski kita telah berupaya maksimal agar tidak terjadi, karena bila covid-19 jenis sebelumnya penularan tidak secepat itu," ucap Marhaen Djumadi.

Oleh karena itu, dikatakan Marhaen Djumadi, karena sekarang ini banyak warga terpapar covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) dan banyak yang menolak untuk dilakukan isolasi di Rumah Sakit Darurat ataupun rumah sakit rujukan setelah merasa gejala ringan terus dilakukan pemantauan melalui Satgas Covid-19 tingkat Desa. Setiap saat laporan tentang perkembangan warga yang melakukan isoman terus dilakukan update.

"Dengan demikian Satgas Covid-19 tingkat Kabupaten Nganjuk juga dapat memetakan kebutuhan bantuan apa yang dibutuhkan warga positif corona yang melakukan isoman. Termasuk bantuan oksigen ataupun obat vitamin dan sebagainya," tandas Marhaen Djumadi.

Diharapkan, tambah Marhaen Djumadi, warga Kabupaten Nganjuk dengan adanya kenaikan jumlah kasus covid-19 yang cukup tinggi sekarang ini bisa menjadi pembelajaran semuanya agar tetap patuh menjalankan Protokol Kesehatan pencegahan covid-19. Karena bagaimanapun bila sedikit abai maka kemungkinan potensi besar bisa tertular covid-19.

"Makanya, marilah semuanya taat Prokes, jangan sampai penyebaran virus corona dibiarkan dengan melanggar prokes. Utamakan selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, tidak berkerumun, serta sementara kurangi mobilitas diluar rumah," tutur Marhaen Djumadi.

Seperti diketahui, dari data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk untuk jumlah kasus positif corona hingga kini telah mencapai 8.759 kasus. Potensi terjadinya penambahan kasus dinilai cukup besar dengan melihat data kontak erat yang mencapai 17.486 orang. Sedangkan untuk warga positif corona dinyatakan sembuh sebanyak 6.234 orang, dan kasus positif covid-19 meninggal dunia sebanyak 494 orang. (aru/Achmad Amru Muiz)  

Kumpulan berita Nganjuk terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved