Breaking News:

Berita Banyuwangi

Dapat Tambahan 3.000 Orang, 48.695 Keluarga di Banyuwangi Terima Pencairan BST Rp 600.000

Warga Banyuwangi yang terdampak pelaksanaan PPKM dan pandemi covid-19 mulai menerima berbagai macam bantuan sosial (bansos).

Penulis: Haorrahman | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/haorrahman
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau langsung penyaluran Bantuan Sosial Tunai, Sabtu (24/7/2021). 

Selain BST, pada hari ini juga diserahkan diserahkan bantuan pangan non tunai yang menyasar 100.494 keluarga di Banyuwangi. Bantuan ini diberikan sekaligus untuk tiga bulan sebesar Rp 600 ribu berbentuk bahan pangan.

Ada banyak komoditas pangan yang diberikan, meliputi daging, telur, beras, kacang hingga buah-buahan.

Ipuk menambahkan, selain BST, juga ada skema bansos lainnya yaitu bansos beras yang telah disalurkan ke 119.000 KPM, Program Keluarga Harapan (PKH) dengan penerima lebih dari 62.000 KPM, dan BLT Dana Desa 22.015 KPM.

Tahun ini, Banyuwangi juga mengawal pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk 54.213 usaha mikro di mana masing-masing menerima Rp. 1,2 juta.

Selain itu, ada bantuan dari APBD Banyuwangi berupa uang tunai Rp. 300.000 per orang yang ditargetkan menjangkau ribuan PKL/pedagang kecil.

”Beberapa waktu lalu juga sudah disalurkan lebih dari 53 ton beras dari gotong royong ASN, dan kami siapkan juga alokasi paket sembako dari APBD,” ujar Ipuk.

Untuk listrik, terdapat lebih dari 245.000 pelanggan di Banyuwangi menerima subsidi, yaitu pelanggan 450 va dan 900 va.

Ipuk memaparkan, jumlah penerima bansos telah mencapai 40 persen dari jumlah keluarga di Banyuwangi. Meski demikian, Ipuk memahami bila dampak pandemi begitu luas.

“Sehingga kami akan terus berusaha menambah jumlah bansos, termasuk yang terbaru kami mengirim data untuk meminta tambahan alokasi paket sembako ke Kemensos. Juga APBD menyiapkan,” tambahnya. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved