Breaking News:

Berita Malang

PAD Kota Malang Berpotensi Turun, Dampak PPKM Darurat

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang memperkirakan, adanya dampak signifikan antara PPKM Darurat yang diberlakukan selama dua minggu kemarin

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang memperkirakan, adanya dampak signifikan antara PPKM Darurat yang diberlakukan selama dua minggu kemarin terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang Tahun 2021.

Diketahui, pada tahun ini ditargetkan PAD Kota Malang sebesar Rp 629 miliar. Sementara, dampak PPKM Darurat berpotensi memberikan dampak penurunan mencapai 15 persen.

"Kalau dari estimasi perhitungan, itu turunnya hampir Rp 150 miliar, tetapi saya mencoba menahan laju di Rp 78 miliar karena dampaknya banyak. Contohnya resto, walau boleh take away tapi hanya 10 sampai 20 orang konsumennya. Artinya, tetap terjadi penurunan yang luar biasa," ujar Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto kepada TribunJatim.com, Minggu (25/7/2021).

Dirinya menjelaskan, angka Rp 78 miliar ini bila dikonversikan, menjadi sekitar 10 persen dari PAD. Dan penurunan PAD itu, dirasakan oleh hampir seluruh daerah. Tidak hanya di Kota Malang, tetapi juga nasional

"Tidak hanya di Kota Malang, dampaknya juga tidak hanya se Jawa Bali juga, tapi se Indonesia. Hampir merata yang terkena dampak PPKM.  Kami memang tidak bisa menghindari dampak dari PPKM, tetapi bagaimana kami berupaya menahan laju penurunan pendapatan," bebernya.

Baca juga: Respon Unggahan Wamendes, Partai Demokrat Bereaksi Keras Dinilai Sebuah Fitnah

Dirinya juga mengungkapkan, penurunan pendapatan pajak ini juga berasal dari berbagai jenis pajak.

Karena imbas dari kebijakan PPKM yang diberlakukan dengan adanya penyekatan, menyebabkan penurunan wisatawan. Bahkan, untuk pajak hiburan juga nyaris tidak ada di tahun ini karena hanya melanjutkan penagihan dari tahun lalu.

"Yang juga berpengaruh yaitu BPHTB, karena saat dicek rata rata yang bertransaksi di Kota Malang ini adalah orang luar kota. Jadi, Kota Malang ini memang tujuan orang berinvestasi, jual beli tanah 70 persen itu orang luar kota. Dengan PPKM, terjadi penurunan dahsyat di BPHTB," tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan bekerja ekstra keras setelah PPKM ini. Untuk meminimalisir penurunan yang lebih besar lagi.

"Selesai PPKM, kami harus segera jemput bola. Seperti misalnya program sambang kelurahan, itu akan kami lakukan semaksimal mungkin," pungkasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved