Breaking News:

Berita Pemprov Jatim

Pantau Vaksinasi Pekerja, Forkopimda Jatim Bertekat Jaga Perekonomian di Tengah Pandemi

Dalam rangka menjaga kesinambungan perekonomian di tengah pandemi, maka pekerja harus mendapatkan perlindungan dari risiko terpapar covid-19. Oleh kar

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/ima_zahra21
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdan V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, dan Pangkoarmada II Laksamana Muda Iwan Isnurwanto, meninjau langsung proses vaksinasi ini, Sabtu (24/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dalam rangka menjaga kesinambungan perekonomian di tengah pandemi, maka pekerja harus mendapatkan perlindungan dari risiko terpapar Covid-19. Oleh karena itu pekerja juga mendapatkan prioritas vaksinasi

Salah satunya seperti kegiatan vaksinasi untuk pekerja di PT Integra Indocabinet, Tbk yang berlangsung selama empat hari pada tanggal 24-27 Juli 2021. 

Secara khusus, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdan V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, dan Pangkoarmada II Laksamana Muda Iwan Isnurwanto, meninjau langsung proses vaksinasi ini, Sabtu (24/7/2021). 

"Yang kita harapkan bahwa, kita bisa menyisir semaksimal mungkin segmen segmen yang kita harapkan menjadi penguatan terwujudnya herd immunity," ujar Khofifah. 

Untuk mewujudkan herd immunity, selain mendukung vaksinasi di sektor pekerja atau buruh, saat ini Pemprov Jatim juga maksimalkan vaksinasi basis sekolah, basis perusahaan, dan basis Perguruan Tinggi. 

"Harapannya adalah, seluruh segmen ini akan saling menjadi penguatan, bagaimana herd immunity bisa segera kita wujudkan," tambahnya. 

Vaksinasi sektor pekerja ini mendapat dukungan penuh dari BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK. Vaksinasi yang bertujuan untuk mendukung percepatan pembentukkan herd immunity ini, sebagai salah satu upaya menanggulangi covid-19. 

Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Jawa Timur Deny Yusyulian mengungkapkan, untuk mempercepat pembentukan herd immunity, dibutuhkan 70 persen dari penduduk Indonesia yang telah mendapatkan vaksin. 

"Oleh karena itu saya mengimbau kepada seluruh peserta BPJAMSOSTEK untuk memanfaatkan fasilitas vaksin gratis ini agar herd immunity dapat segera terbentuk sehingga perekonomian nasional dapat segera bangkit," ungkapnya. 

Dijelaskannya, perekonomian digerakkan oleh pekerja. Mereka yang melakukan aktivitas produktif menciptakan nilai tambah atau output di perekonomian. Untuk itu pekerja harus mendapatkan prioritas vaksinasi, demikian juga dengan masyarakat. 

"Program ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam melindungi kesehatan para pekerja atau buruh, sehingga dapat bekerja dengan baik," kata Deny. 

Meskipun sudah dilakukan vaksinasi, Deny mengingatkan pekerja/buruh agar tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat maupun di tempat kerja. Hal itu karena kasus Covid-19 di sejumlah daerah melonjak, dan berpeluang memperlambat pemulihan ekonomi. 

"Semoga dengan semakin banyaknya masyarakat pekerja yang sudah mendapatkan vaksin, angka penyebaran Covid-19 bisa ditekan, sehingga produktivitas pekerja dapat kembali normal dan ekonomi nasional bisa segera pulih," tutup Deny.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved