Breaking News:

Berita Tuban

Penyaluran BPNT di Tuban Kembali Disorot, Dewan: Jangan Menguntungkan Pemodal Besar

Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Tuban kembali mendapat sorotan, Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Tri Astuti: Jangan untungkan pemodal besar.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Sudarsono
Paket sembako yang distribusikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Tuban, Senin (26/7/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Tuban mendapat sorotan dari Komisi IV DPRD Tuban

Hal itu setelah Menteri Sosial Tri Rismaharini, menemukan kejanggalan dalam pendistribusian bantuan.

Bantuan yang seharusnya disalurkan tiga bulan sekaligus, Juli-September, namun hanya dicairkan dua bulan, Juli-Agustus. Sedangkan September belum dicairkan. 

Per bulan, keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat Rp 200 ribu, yang diwujudkan dalam bentuk sembako. 

Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Tri Astuti mengatakan, perlu adanya penguatan pemberdayaan terhadap e-warung serta pengaturan kelembagaan.

Sistem pelaksanaan program diperlukan untuk memastikan mekanisme supply chain (rantai pasokan) komoditas, tidak justru menguntungkan pemangku kepentingan pemodal besar. 

"Jangan sampai menguntungkan pemodal besar, ini harus diatur penguatan terhadap e-warung serta lembaga," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (26/7/2021). 

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, pengembangan program bantuan sosial pangan dan peningkatan keterpaduan antarprogram, termasuk perbaikan data penerima juga sangat penting.

Bantuan sosial merupakan bentuk perlindungan sosial yang diberikan pemerintah.

Pada masa yang akan datang diharapkan mampu mempercepat kemandirian pangan dan ekonomi KPM. 

Baca juga: Mensos Risma Marah Besar Penyaluran BPNT di Kecamatan Tuban Janggal, Begini Tanggapan Bupati Lindra

Disinggung terkait kualitas beras dan harga yang seharusnya menjadi pilihan hak KPM, ia menyebut semua harus sesuai kualitas. 

"Pencantuman label beras seharusnya ada, yang mana dalam label dicantumkan jenis kualitas medium atau premium, berat dan diproduksi siapa," pungkasnya. 

Berdasarkan data update bahan pokok yang diunggah Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tuban, melalui akun instagram @dinaskopeirndagtuban, Minggu (25/7/2021), untuk harga beras premium Rp 10 ribu/kilogram, sedangkan untuk beras medium Rp 8.500/kilogram.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved