Breaking News:

Berita Lamongan

Dua Pekan Terakhir PPKM Darurat, Petugas Gabungan di Lamongan Jaring 5.051 Pelanggar

Terhitung dalam dua pekan selama pemberlakuan PPKM darurat, petugas gabungan yang bergerak menggelar operasi yustisi menjaring sebanyak 5051 pelanggar

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Ndaru Wijayanto
surya/ Hanif Manshuri
Operasi Yustisi yang digelar Polres Lamongan di wilayah Mantup sebagai wujud pemberlakukan PPKM yang diperpanjang oleh pemerintah, Senin (26/7/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Terhitung dalam dua pekan selama pemberlakuan PPKM Darurat, petugas gabungan yang bergerak menggelar operasi yustisi menjaring sebanyak 5.051 pelanggar.

Mereka terjaring operasi oleh Satgas Covid-19 intens menggelar operasi yustisi.

"Pelanggar yang terjaring sebanyak itu dari operasi dalam dua pekan terakhir ini," kata Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana saat ditanya Surya.co.id (Tribun Jatim Network) terkait hasil operasi yustisi, Selasa (27/7/2021).

Sementara pelanggar yang terkena sanksi denda ada sebanyak 45 orang. Sedang yang ribuan pelanggar terjaring itu (5051, red) diperingatkan, termasuk dengan membubuhkan pernyataan tidak akan melanggar. Kebanyakan di antaranya tidak memakai masker.

Mendapati kenyataan itu, petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan Dinkes lebih intens menggelar operasi yustisi

Setelah sebelumnya sidang yustisi dari pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Penanganan Covid-19 dilaksanakan secara virtual petugas menjaring sebanyak 12.556 pelanggar.

"Kini operasi yustisi lebih intens lagi, seperti yang kita lakukan tadi malam," ungkap Miko.

Miko menambahkan, bahwa pelaksanaan operasi yustisi  termasuk salah satu upaya dalam pelaksanaan PPKM yang diperpanjang hingga 2 Agustus dengan status Lamongan masuk Level 4. 

Praktik operasi yustisi tetap dengan mengedepankan pola humanis dan mengedukasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved