Breaking News:

Berita Sidoarjo

Terdakwa Kasus Penipuan dan Penggelapan Meninggal, Keluarga Curiga Ada Mafia Peradilan di Sidoarjo

Ken terdakwa kasus penipuan dan penggelapan yang sedang proses di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo meninggal dunia. Keluarga tuding praktik mafia.

Penulis: M Taufik | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/M Taufik
Istri almarhum Ken dan kuasa hukumnya saat menjelaskan kronologi perkara yang menimpa Ken. 

Perkara ini mulai disidangkan di PN Sidoarjo 10 Juni 2021. Jaksa penuntut umum (JPU)-nya M Ridwan Dermawan. Kemudian tim penasehat hukum terdakwa mengajukan eksepsi. Hasilnya, pada 29 Juni 2021 Majelis Hakim yang diketuai hakim Agus Pambudi memutuskan menerima eksepsi tersebut.

"Hakim memerintahkan mengembalikan berkas perkara ini ke penuntut umum dan membebaskan terdakwa dari tahanan segera setelah putusan dibacakan," kisah Yunus.

Dari sini, sejumlah kejanggalan itu mulai muncul. Setelah sidang digelar sore itu, pihak keluarga meminta agar jaksa segera membebaskan terdakwa. Tapi tidak kunjung dikabulkan dengan berbagai alasan.

"Bahkan kami dipingpong ke sana kemari. Anehnya, sekira pukul 19.30 WIB, jaksa Ridwan Dermawan datang ke rutan dan menyampaikan bahwa pihaknya harus menahan Ken lagi atas dasar penetapan dari Ketua PN Sidoarjo, yang sekaligus menjadi ketua majelis hakim yang baru dalam perkara ini," urainya.

"Ternyata, sore setelah sidang putusan itu Kasi Pidum datang langsung ke pengadilan. Menyerahkan pelimpahan berkas kembali atas perkara itu. dan anehnya juga, langsung diterima  oeh Ketua PN Sidoarjo, dan dia menunjuk dirinya sendiri menjadi majelis, lalu mengeluarkan penetapan penahanan yang hanya selama tiga hari. Aneh," tambah Yunus.

Baca juga: Dewan Gemas Melihat Langkah Pemkab Sidoarjo Tangani Covid-19, Bansos Bukan Asal Sebar Bantuan

Rentetan kejadian ini membuat keluarga terdakwa dan tim pengacaranya curiga. Mereka semakin yakin telah terjadi permainan hukum dalam perkara ini. Putusan sidang belum dilaksanakan, para aparat itu langsung mengambil langkah cepat untuk menahan kembali terdakwa dan menjeratnya dengan dakwaan baru.

Terkait perkara itu, Ken dijadwalkan menjalani sidang perdana tanggal 26 Juli 2021 kemarin. Namun semua sudah tidak bisa digelar, karena Ken telah meninggal dunia.

Tanggal 16 Juli 2021 lalu, Ken yang sedang menjalani tahanan di Polresta Sidoarjo mendadak demam.

"Ada satu tahanan baru masuk, kemudian lima orang yang di dalam sakit semua. Tapi semua sembuh, hanya klien kami yang parah hingga meninggal dunia," kata dia.

Dia juga mengaku sangat kecewa, karena ketika Ken sakit hingga dibawa ke rumah sakit, perhatian dari jaksa sangat kurang.  

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved