Breaking News:

Berita Tulungagung

2 Anak Jadi Tersangka Tewasnya Pelatih Pencak Silat di Tulungagung, Terancam 12 Tahun Penjara

2 anak-anak tersangka kasus pengeroyokan hingga meninggal dengan korban pelatih pencak silat warga Desa Sobontoro. Begini kata Polres Tulungagung

Penulis: David Yohanes | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/David Yohanes
Kepala UPPA Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Retno Pujiarsih. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung menyidik dua anak tersangka kasus pengeroyokan hingga meninggal dunia.

Dua anak tersebut adalah FA (17) dan MO (16).

Mereka turut melakukan kekerasan terhadap Lutfi Fajar Rulamin (23), warga Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu. Korban merupakan pelatih pencak silat.

Selain FA dan MO, penyidik juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka, yaitu ER (20) dan FI (23).

“Kasusnya tetap dilanjutkan, meskipun tersangka anak-anak. Hanya nanti menggunakan sistem peradilan pidana anak,” terang Kepala UPPA Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Retno Pujiarsih, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Perkembangan Kasus Dugaan Penganiayaan di Dusun Tubo, Begini Kata Kasat Reskrim Polres Malang

Dalam perkara ini penyidik menjerat para tersangka dengan pasal 170 ayat 2 poin 3, tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian.

Pasal ini mengancam para tersangka hukuman penjara paling lama 12 tahun.

Karena ancaman yang mencapai 12 tahun, maka perkara yang menjerat FA dan MO tidak bisa lewat proses diversi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved