Breaking News:

Berita Surabaya

Sukses Inovasi Kampus Merdeka Belajar, Gerakan Zakat Sepakati Kembangkan Secara Nasional

Naufal masih bimbang, saat itu, sekitar 6 bulan yang lalu, apakah ia harus mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Memasuki semester

Editor: Januar
Istimewa/TribunJatim.com
Gerakan zakat sepakati kembangkan secara nasional 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Naufal masih bimbang, saat itu, sekitar 6 bulan yang lalu, apakah ia harus mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Memasuki semester 5 ia membayangkan bisa belajar lebih banyak, duduk manis di rumah sambil kuliah daring, sembari aktifitas sosial lainnya.

Kegelisahan lain juga muncul ketika saat itu, penggagas kelanjutan program pemerintah, MBKM di kampusnya bukanlah dari perusahaan ternama, atau dari instansi mentereng milik pemerintah. Penggagas tersebut hanyalah sebuah organisasi pengelola zakat (OPZ) yang sedang bekerja sama dengan kampusnya, Universitas Airlangga.

Setelah berdiskusi dengan orang tuanya, ia pun memberanikan diri, mencoba peruntungan dengan belajar, mendaftarkan diri magang di Laznas LMI. “Ternyata menjadi bagian dari peserta magang tidak mudah, saya harus bersaing dengan 60 mahasiswa lain di angkatan saya. Alhamdulillah, saya terpilih bersama 19 mahasiswa satu jurusan Ekonomi Islam,” kenangnya.

Magang pun dilaksanakan. 19 mahasiswa yang berlatarbelakang berbagai daerah itu dibina oleh mentor-mentor terbaik dari Laznas LMI.  Total lebih dari 47 amil yang terlibat membina 19 mahasiswa selama 1 semester magang. Kurikulum pembelajaran berbasis kompetensi, design portofolio kerja, dan evaluasinya, semua disiapkan oleh Laznas LMI dan Prodi Ekonomi Islam FEB Unair. Usaha tidak mengkhianati sebuah hasil.

“Setelah saya magang, sangat jauh dari apa yang saya pikirkan. Luar biasa sekali. Ternyata OPZ memiliki banyak program yang keren, langsung berdampak bagi pengentasan kemiskinan, saya bisa melatih diri, terlibat langsung dan bertemu mustahik, saya sangat bersyukur,” ujar pemilik nama lengkap Naufal Fairus Nadhif itu.

“Di lembaga zakat, saya bukan sekadar magang, pulang, selesai. Tidak. Kami di sini benar-benar dibimbing, dianggap menjadi bagian keluarga, dan diajari tentang dunia pemberdayaan masyarakat. Selama ini saya hanya mendapatkan teori tentang Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Ziswaf, Manajemen Strategis, di kelas, setelah magang di OPZ saya benar-benar belajar secara langsung,” tambah pria kelahiran Surabaya tersebut.

Inovasi Magang MBKM

Program MBKM sejatinya gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Ia berharap dengan adanya gagasan MBKM ini, mahasiswa bukan sekadar kuliah di ruang kelas, melainkan bisa mengembangkan ilmunya langsung di dunia pekerjaan.

Di Waktu terpisah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri mengapresiasi langkah Laznas LMI dan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga yang secara khusus mengembangkan MBKM di lembaga zakat.

"Kita perlu mendorong program ini dari berbagai peluang, termasuk dari lembaga zakat. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat pendidikan kita dan menjawab tantangan peradaban ini," kata Direktur Belmawa Ditjen Dikti Kemendikbud Prof. Aris Junaidi saat membuka program kolaborasi ini, (21/2/2021). 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved