Breaking News:

Berita Surabaya

Wawali Surabaya Tebus Kartu PKH Warganya yang Digadaikan Rp 550.000

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji akhirnya turun tangan menebus kartu PKH (Program Keluarga Harapan) warganya yang digadaikan Rp 550.000.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Perwakilan Wakil Wali Kota Surabaya saat mengunjungi warga yang gadaikan kartu PKH 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji akhirnya turun tangan menebus kartu PKH (Program Keluarga Harapan) warganya yang digadaikan Rp 550.000.

Vita (33), warga Pogot Baru, Gang Karya Bakti Nomor 64 Kota Surabaya, menggadaikan kartu ATM PKH untuk menyambung hidup.

Istri penjual pentol dengan empat anak ini mengaku tidak ada cara lain untuk tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya selain menggadaikan PKH sejak diberlakukan PPKM. 

Suami Vita biasa jualan pentol di sekolah. Sekolah tutup. ATM PKH adalah kartu bagi warga berpenghasilan rendah yang bisa digunakan mengambil uang saat bantuan Kemensos cair. 

"Saya Gadaikan ATM PKH Rp 500.000. Nanti nebusnya Rp 550.000," ucap Vita saat dikunjungi perwakilan Wawali Armuji di rumahnya, Rabu (28/7/2021).

Wawali ini pun menerintahkan perwakilan dan stafnya untuk mengunjungi Vita. Tidak hanya menebus kartu ATM PKH yang digadaikan. Perwakilan Wawali Cak Ji juga memberi bantuan modal dan sembako. 

"Saya minta Pak RT, lurah, dan camat lebih rutin mengecek warganya. Kalau ada warganya yang perlu diintervensi dengan bantuan segera lakukan," tandas Cak Ji.

Vita mengatakan hal itu terpaksa dilakukan lantaran suaminya yang biasanya berjualan pentol di Sekolah Wachid Hasyim, namun semenjak PPKM tidak bisa berjualan lagi.

"Selama ini kan sekolah Wachid Hasyim tempat suami saya mangkal tutup karena sekolah daring. Jadinya pendapatan suami berkurang jauh," tutur Vita.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved