Breaking News:

Berita Malang

DLH Kota Malang Akui Terkendala Pemilahan Sampah Makanan untuk Para Isoman d Rumah

Pemilahan sampah makanan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh Dinas Lingkungan

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Januar
tribunjatim/kukuh
Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto, Rabu (16/6/2021) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemilahan sampah makanan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang (DLH).

Hal ini sedikit berbeda dengan limbah medis seperti masker yang lebih mudah dideteksi oleh para petugas pengangkut sampah.

Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto menyampaikan, guna mengatasi permasalahan ini, pihaknya mengajak kerjasama semua warga agar dapat memilah sendiri sampah makanan bagi para isoman.

Sembari DLH dalam waktu dekat ini akan membuat SOP berkaitan dengan pembuangan sampah bagi para isoman.

"Kendala kami memang di sampah makanan para isoman. Soalnya petugas kami di RT RW kan juga tidak tahu kalau di rumah ini ada yang isoman atau tidak. Tapi yang paling mudah diketahui ya masker ini," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM Jumat (30/7).

Secara teknis, dalam SOP pembuangan sampah bagi para isoman kata Wahyu ialah masyarakat diharuskan memilah sendiri apa bila ada kerabatnya yang sakit maupun isoman.

Selanjutnya sampah tersebut diserahkan kepada petugas pengambil sampah di RT RW maupun perumahan sembari memberitahukan bahwa sampah tersebut milik dari warga yang isoman.

Baca juga: Kekebalan Kelompok Diprediksi Terjadi di Kota Batu pada Maret 2022

Ketika sampai TPS, petugas diharuskan memilah sampah dari isoman itu. Sebelum nantinya dibawa ke TPA untuk dimusnahkan dengan cara dibakar.

"Awalnya itu dari rumah ke TPS dan TPA. Jadi harus dari masyarakat dulu.  Kalau ada keluarga yang isoman harus ngomong. Biar ada pemilahan," ucapnya.

Untuk itu, peran serta masyarakat diharapkan Wahyu sangat penting dalam pemilahan sampah hasil dari warga yang isoman.

Karena sampah yang dihasilkan oleh para isoman, terutama sampah makanan harus benar-benar diawasi.

Dikhawatirkan, sampah tersebut dapat membawa virus yang dapat menyebar ke masyarakat ataupun petugas DLH Kota Malang.

"Beberapa hari kemarin, petugas pramu keberhasihan kita ada yang meninggal dunia, begitu juga kepala UPT di kami ini juga meninggal. Jadi ini benar-benar harus diawasi," tandasnya.

Kumpulan berita Malang terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved