Breaking News:

Berita Jember

Permintaan Sedang Tinggi, Ratusan Pasien Covid-19 di Jember Antre Plasma Konvalesen

Permintaan sedang tinggi, ratusan orang pasien Covid-19 di Jember masuk daftar antrean plasma konvalesen.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Humas PMI Jember
Bupati Jember, Hendy Siswanto ketika melakukan donor plasma konvalesen di UDD PMI Jember, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Sebanyak 153 orang pasien Covid-19 (virus Corona) di Kabupaten Jember masuk dalam daftar antrean penerima donor plasma konvalesen per 29 Juli 2021.

Jumlah itu berdasarkan data yang masuk ke Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Jember hingga Jumat (30/7/2021).

Pihak PMI Jember mengakui permintaan plasma konvalesen melalui PMI Jember sedang tinggi.

"Permintaan plasma konvalesen memang belum sebanding dengan pendonor plasmanya. Yang antre plasma konvalesen di UDD (Unit Donor Darah) PMI Kabupaten Jember mencapai ratusan orang," ujar Kepala UDD PMI Kabupaten Jember, dr Dudung Ari Rusli, Jumat (30/7/2021).

Dudung menambahkan, begitu ada pendonor, hasil plasma konvalesennya langsung diberikan kepada mereka yang antre lebih awal. Kecuali, keluarga pasien membawa pendonor plasma sendiri.

“Kalau membawa pendonor plasma sendiri, maka plasmanya diberikan kepada yang membawa,” imbuhnya.

Dudung menerangkan, pilihan terapi plasma konvalesen bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tetap ditawarkan terlebih dahulu kepada pasien dan keluarganya. Jika pasien dan keluarga memilih cara tersebut, maka keluarga bisa mengajukan permintaan melalui PMI Jember.

“Perlu edukasi bahwa terapi plasma konvalesen ini salah satu alternatif mengatasi Covid-19. Biasanya dokter memberikan penawaran, kalau pasien atau keluarga pasien setuju, maka akan diajukan permintaan ke UDD PMI,” terangnya.

Di tengah tingginya permintaan plasma konvalesen, UDD PMI Kabupaten Jember belum bisa banyak mengolah plasma konvalesen. Hal itu dikarenakan, UDD PMI Jember hanya memiliki satu mesin pengolah plasma konvalesen.

“Mesin apharesisnya cuma satu, dalam sehari hanya mampu mengolah delapan pendonor. Sehingga antre yang panjang belum bisa teratasi maksimal,” imbuhhya.

Baca juga: Biaya Pemakaman Pasien Covid-19 Isoman di Rumah Sampai Rp 3 Jutaan, Begini Instruksi Bupati Jember

UDD PMI Jember berharap bisa memiliki tambahan alat apharesis sehingga bisa mengolah lebih banyak plasma konvalesen.

Berdasarkan info pelayanan plasma konvalesen UDD PMI Jember per 29 Juli 2021, jumlah pendonor (semua golongan darah) sebanyak tujuh orang, produksi 19 kantong, pasien terlayani 17 orang, total pasien terlayani 285 orang, permintaan terlayani 18 orang, total permintaan terlayani 319 orang, dan antrean pasien ada 153 orang.

Pasien yang antre plasma konvalesen Covid-19 ini tersebar di semua rumah sakit di Kabupaten Jember.

Di sisi lain, UDD PMI Kabupaten Jember juga mendapatkan permintaan plasma konvalesen dari kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, serta Situbondo.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved