Breaking News:

Total Aset Semester I 2021 Tembus Rp 201 T, OCBC NISP Fokus ke UMKM untuk Jaga Kinerja Berkelanjutan

Total aset pada semester I 2021 tembus Rp 201 T, Bank OCBC NISP fokus ke UMKM untuk menjaga kinerja berkelanjutan.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, 2021. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bank OCBC NISP secara konsisten berupaya mempertahankan kinerja apik berkelanjutannya di tengah pandemi Covid-19 (virus Corona).

Upaya ini difokuskan melalui berbagai komitmen, di antaranya dengan mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, mendukung pertumbuhan usaha pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan keberlanjutan bisnis atau sustainability.

“Untuk mendukung pemulihan perekonomian nasional, Bank OCBC NISP terus berinovasi dan mengakselerasi kemampuan kami untuk menghadirkan solusi perbankan yang dapat mendukung nasabah menjaga kesehatan keuangannya," ujar Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, Jumat (30/7/2021).

Mulai dari peningkatan kapabilitas layanan digital, edukasi keuangan yang konsisten dilakukan, dan juga pembiayaan yang dapat berkontribusi positif pada perekonomian, sosial serta lingkungan.

"Hal tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian kinerja keuangan berkelanjutan Bank OCBC NISP sepanjang semester I 2021,” tambahnya.

Perihal hasil kinerja keuangan berkelanjutan, kata Parwati, Bank OCBC NISP senantiasa menjalankan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan bisnis sebagai fungsi intermediasi dengan tetap mengedepankan penerapan prinsip kehati-hatian.

"Per 30 Juni 2021, bank mencatat kinerja yang berkelanjutan dengan laba bersih sebesar Rp 1,5 T. Adapun total aset bertumbuh 10,4 persen yoy menjadi Rp 201 T, sementara dana pihak ketiga meningkat 11,2 persen yoy menjadi Rp 150,4 T hingga akhir Juni 2021," jelasnya.

Baca juga: Menkop Sebut UMKM Sebagai Kekuatan Ekonomi Nasional, Bank OCBC NISP Konsisten Bantu Usaha Kecil

Begitu pula pada laba operasional sebelum beban cadangan kerugian penurunan nilai tumbuh sebesar 5,4 persen yoy menjadi Rp 2,7 T.

Peningkatan ini dikontribusikan dari pendapatan operasional yang tumbuh 5,8 persen yoy menjadi Rp 4,9 T, di mana sebagian besar atau senilai Rp 3,9 T berasal dari pendapatan bunga bersih, yang meningkat 11,8 persen yoy.

"Pencapaian ini semua tentunya didukung salah satunya oleh peningkatan rasio dana murah (CASA) yang tercatat sebesar 48,8 persen pada akhir Juni 2021 dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2020 sebesar 43,8 persen," tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved