Breaking News:

Berita Mojokerto

Percepat Temuan Kasus Baru Positif Covid-19, Satgas Kabupaten Mojokerto Perbanyak Tracing

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati ungkap rencana perluasan tracing. Kejar temuan kasus baru terkonfirmasi positif virus Corona.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Mohammad Romadoni
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati usai mengikuti rapat koordinasi bersama Satgas Covid-19 pusat secara virtual di Gedung SBK, Pemkab Mojokerto, Sabtu (31/7/2021) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Tim Satgas Covid-19 akan memperbanyak Tracing dalam penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Rencana perluasan Tracing ini sampaikan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati usai rapat koordinasi bersama Satgas Covid-19 pusat, Provinsi, Kabupaten/ Kota Jawa-Bali secara virtual di lantai dua ruang SBK, Pemkab Mojokerto, Sabtu (31/7/2021) sore.

Ikfina sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi tersebut maka Pemerintah Daerah diminta memperbanyak tracing.

Tujuannya agar segera menemukan kasus baru terkonfirmasi positif virus Corona ( Covid-19 ) khususnya mereka yang OTG atau tanpa gejala.

Baca juga: Pastikan Tak Ada Penimbunan Obat Covid-19, Kejari dan Dinkes Kabupaten Mojokerto Operasi Pasar

"Garis besarnya adalah bagaimana kita segera menemukan kasus positif Covid-19 yang baru terutama yang tanpa gejala (OTG), jadi lebih ke Tracing sehingga ketika kita mendapati satu penderita positif Covid-19 kita harus segera melakukan pelacakkan minimal 15 orang," ungkapnya, Sabtu (31/7).

Masih kata Ikfina, guna mewujudkan perluasan Tracing itu Pemerintah Daerah akan memberdayakan Bidan desa yang dibantu Tenaga Kesehatan (Poskesdes) masing-masing di 304 desa/ kelurahan, di 18 Kecamatan, Kabupaten Mojokerto.

Dia mencontohkan apabila pihaknya mendapati kasus baru positif Covid-19 yang jumlahnya 100 dalam satu hari yang berarti pada hari itu juga minimal harus mendapat Tracing 15 dikali 100.

"Karena nanti yang tracing adalah bidan desa dan perawat desa dan kita punya secara otomatis ada 304 sedangkan perawat desa ada beberapa kurang lebih 200, dialah yang akan melakukannya (Testing)," jelasnya.

Baca juga: Teatrikal di Alun-alun Kota Mojokerto Suarakan Kesakitan PPKM Darurat, Harap Pandemi Cepat Kelar

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved