Breaking News:

Berita Jatim

Insentif Terlambat dan Santunan Nakes Meninggal Belum Menyeluruh, PPNI Jatim: Mana Jaminan Itu?

Ketua DPW PPNI Jawa Timur Nursalam ungkap ada keterlambatan insentif nakes dan santuna nakes meninggal selama pandemi Covid-19 belum menyeluruh.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Hefty Suud
Metro.co.uk
Ilustrasi tenaga kesehatan pasien Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ada sekitar 40% dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur (Jatim) yang mengalami keterlambatan pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) perawat.

Artinya ada 15 kabupaten dan kota yang terlambat membayar insentif nakes.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Jatim Nursalam mengungkapkan, keterlambatan pembayaran insentif atas kerja keras nakes selama pandemi virus Corona ( Covid-19 ) itu, terjadi hingga lebih dari empat bulan, mulai dari Januari hingga Mei.

"Ada di Rumah Sakit (RS) Surabaya itu belum dibayar. Relawan-relawan tuh enggak dapat," katanya saat dihubungi, Jumat (30/7/2021).

Insentif untuk nakes selama penanganan pandemi Covid-19 bersumber dari dua keran anggaran, yakni Kementerian Kesehatan (Kemenkes-RI).

Baca juga: Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Gresik, Ratusan Relawan Nakes Disebar Jadi Vaksinator

Dan, dinas kesehatan (Dinkes) pihak pemerintah kabupaten (pemkab) yang sangat bergantung dengan cukup tidaknya jumlah nilai anggaran yang ada di kabupaten dan kota tersebut.

"Ada juga pemerintah kabupaten kota kan mengadakan sendiri, itu tergantung kemampuan masing-masing, pemkab," jelasnya.

Menurut Nursalam, keterlambatan tersebut disebabkan oleh persoalan klasik, yakni mekanisme birokrasi administrasi pencairan dana yang cenderung berbelit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved