Breaking News:

Berita Mojokerto

Cegah Klaster Industri, Bupati Mojokerto Instruksikan Perusahaan Pasang Sekat di Kantin

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengintruksikan bagi perusahaan agar patuh menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) guna mengantisipasi klaster penye

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/Mohammad Romadoni
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati dalam kegiatan peninjauan Prokes di sejumlah perusahaan. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengintruksikan bagi perusahaan agar patuh menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) guna mengantisipasi klaster penyebaran Covid-19 di kawasan industri.

Penerapan Prokes disektor industri itu salah satunya memberikan sekat di meja kantin perusahaan untuk satu orang. Sebab, setiap orang akan melepas masker saat aktivitas makan sehingga dikhawatirkan terjadi potensi penularan.

Ini disampaikan Ikfina saat kunjungan mengecek Prokes di perusahaan PT Ajinomoto, PT Sumber Kopi Prima, PT Alu Aksara Pratama dan PT Triyuda Topherindo Nusantara.

“Saya sudah cek kantin-kantin makan di perusahaan industri, saya minta tegas harus ada sekat ini wajib dan apresiasi bagi yang sudah melaksanakan. Bagi yang belum terapkan secepatnya. Makan bersama berpeluang besar menyebarkan infeksi Covid-19 usaha mengendalikan wabah ini harus kita lakukan bersama," ungkapnya, Selasa (3/8/2021).

Menurut dia, intruksi ini telah sesuai Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021 Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tentang Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19.

Tujuannya, guna memastikan industri dan perusahaan kawasan industri tetap menerapkan Prokes secara ketat dan disiplin sesuai kebijakan pemerintah.

Ikfina sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto memastikan bakal melakukan pemantauan langsung penerapan Prokes di perusahaan industri tersebut. 

Pemantauan itu dilakukan mulai dari pintu masuk, kantin, rest area, tempat ibadah dan pelayanan kesehatan kerja yakni adanya Satgas Covid-19 internal termasuk menyiapkan tempat isolasi terpusat khusus bagi karyawan yang terindikasi terpapar.

“Tempat isolasi di perusahaan nanti bisa bekerjasama dengan pelayanan kesehatan daerah dan bisa dikoordinasikan, mengapa perusahaan diminta untuk menyediaka, karena jika ada pagawai yang terpapar, mereka jangan sampai membawa virus itu ke rumah dan menularkan ke anggota keluarga,” bebernya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved