Breaking News:

Olimpiade Tokyo 2020

Kisah Perjuangan Apriyani Rahayu: dari Raket Kayu, Uang Saku Rp 200 Ribu hingga Raih Emas Olimpiade

Apriyani Rahayu melalui perjalanan sulit dalam kariernya sebagai pebulu tangkis.

Editor: Taufiqur Rohman
Twitter/@Olympics
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. 

Editor: Taufiqur Rochman

TRIBUNJATIM.COM - Kesuksesan Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii tak diraih dengan mudah.

Perjalanan sulit dan berliku harus dilalui Apriyani Rahayu dalam kariernya sebagai pebulu tangkis.

sejak usianya masih tiga tahun, Apriyani Rahayu sudah menunjukkan minatnya dalam olahraga bulu tangkis.

Ani, sapaan Apriyani, awalnya dibuatkan raket dari kayu dan kok dari jerami oleh sang ayah, Ameruddin, agar bisa menekuni hobinya saat balita.

"Jadi saat pertama mencoba olahraga ini, Ani menggunakan raket yang saya buat dari kayu dengan dengan shuttlecock terbuat dari jerami," kata Amerudin melalui telepon, Senin (2/8/2021).

Baca juga: PSSI Jadwalkan Liga 1 2021 Bergulir pada 20 Agustus Mendatang Tanpa Penonton

Memasuki bangku sekolah dasar, Apriyani yang masih hobi bermain bulu tangkis meminta untuk dibelikan raket sesungguhnya.

Namun, Ani hanya diberi raket usang yang tali senarnya sudah pada putus karena keluarganya memiliki keterbatasan ekonomi.

"Masalahnya kalau tidak dikasih raket, dia menangis," tutur Ameruddin mengenang.

Apriyani kemudian mulai berlatih di Gedung Sarana Kegiatan Bersama (SKB) Unaaha, Kabupaten Konawe, yang berjarak 9 kilometer dari rumahnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved