Breaking News:

Berita Kota Batu

Omzet Penjualan Bendera di Masa Pandemi Covid-19 di Kota Batu Turun hingga 50 Persen: Semakin Lesu

Omzet penjualan bendera merah putih di masa pandemi Covid-19 di Kota Batu turun hingga 50 persen: Semakin lesu.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Penjual bendera merah putih di Kota Batu yang membuka lapaknya saat momen bulan kemerdekaan datang, Selasa (3/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Momentum bulan kemerdekaan dimanfaatkan warga luar Kota Batu untuk menjual bendera merah putih.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pandemi Covid-19 (virus Corona) yang terjadi tahun 2021 ini betul-betul membuat pedagang mengalami penurunan pendapatan.

Seperti yang dirasakan Kadir (48), penjual asal Kabupaten Garut yang berjualan di Jalan WR Supratman Kota Batu.

Kadir selalu hadir di Kota Batu untuk berjualan bendera merah putih di momen bulan kemerdekaan. Katanya, pendapatan menurun drastis jika dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Meski begitu, Kadir tetap berangkat ke Kota Batu karena dinilai menjadi tempat yang ideal untuk berjualan. Meskipun menurun drastis, kerugian yang didapat tidak begitu parah sehingga ia datang ke Kota Batu.

"Penjualan bendera merah putih saat ini mengalami penurunan yang cukup drastis, semakin lesu dibandingkan tahun lalu. Turun hingga 50 persen dari omzet kami sebelum pandemi,” jelasnya, Selasa (3/8/2021).

Dulu dalam kurun waktu tiga minggu, ia biasa mengantongi keuntungan kotor Rp 30 juta dari modal Rp 20 juta, namun sekarang masih mendapat Rp 15 juta. Selain masyarakat, dahulu pembeli paling banyak adalah instansi pendidikan dan pemerintahan.

Baca juga: Jatim Park Group Tutup hingga 12 Agustus 2021, Putus Potensi Penularan Covid-19 di Kota Batu

"Ramainya pembeli biasanya H-7 Hari Kemerdekaan RI. Sebelum pandemi, omzet sehari bisa sampai Rp 2 juta, sekarang Rp 1 juta sudah bagus. Meski ada penurunan saya menilai antusiasme masyarakat menyambut kemerdekaan masih sangat tinggi,” terangnya.

Kadir menerangkan, setiap ukuran bendera memiliki harga yang berbeda.

Harganya mulai Rp 30 ribu hingga Rp 250 ribu. Bendera yang paling disuka yaitu jenis umbul-umbul tapi sekarang tidak banyak yang membeli jenis tersebut. Kadir menyadari turunnya daya beli masyarakat.

"Meski masih minim, harapan kami penjualan bendera agustusan tahun ini bisa laku dan terjual habis. Karena jika tidak habis setengah barangnya, maka tidak bisa dikembalikan atau modal kami tak kembali," terangnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved