Breaking News:

Berita Kota Batu

Karyawan Jatim Park Group Kota Batu Dilarang Buka Masker Saat Kerja, Ada Hukuman Pemotongan Upah

Karyawan Jatim Park Group Kota Batu dilarang membuka masker saat bekerja, ada hukuman pemotongan upah, bahkan tidak diupah untuk satu bulan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Benni Indo
Suasana Jatim Park 3 Kota Batu yang sepi pengunjung akibat pandemi Covid-19, 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU – Manajemen Jatim Park Group (JTP) menerapkan peraturan ketat kepada karyawannya yang masuk kerja sepanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 di Kota Batu.

Karyawan JTP Group dilarang membuka masker di tempat kerja. Mereka juga tidak diperbolehkan makan di tempat yang berkerumun. Jika melanggar, manajemen memberi hukuman pemotongan upah, bahkan tidak diupah untuk satu bulan.

Humas JTP Group, Titik S Ariyanto menerangkan, pemberlakuan aturan itu efektif sejak Senin pekan ini.

Tujuan dari peraturan internal tersebut adalah untuk memutus potensi penularan Covid-19 (virus Corona) di lingkungan JTP Group.

“Aturan sudah berlaku sejak Senin lalu. Jadi tidak boleh melepas masker. Jika ketahuan atasan melepas masker, akan ada sanksi. Gajinya bisa tidak dibayarkan,” papar Titik, Rabu (4/8/2021).

Ada 1.700an karyawan di JTP Group. Saat ini, yang masuk kerja hanya 25 persen saja. Mereka masuk secara bergantian. Di masa pandemi ini, para karyawan JTP Group hanya menerima gaji 50 persen dari gaji pada umumnya.

Baca juga: Omzet Penjualan Bendera di Masa Pandemi Covid-19 di Kota Batu Turun hingga 50 Persen: Semakin Lesu

Titik menerangkan, pihak JTP Group melakukan karantina atau lockdown mandiri. Jika pemerintah memberlakukan PPKM Level 4 hingga 9 Agustus 2021, maka JTP Group karantina mandiri hingga 12 Agustus 2021.

Ada 15 tempat wisata yang berada di bawah manajemen JTP Group. 15 tempat wisata tersebut tutup total hingga 12 Agustus 2021. Titik pun berharap, bagi manajemen perusahaan lain bisa menerapkan karantina mandiri serupa dengan kemampuan masing-masing.

“Kami hanya ingin menekan laju penularan. Pariwisata ini butuh kunjungan. Saat kasus masih tinggi, maka pengunjung tidak akan datang. Maka dari itu, saya berharap pihak lain bisa mengikuti karantina mandiri tersebut,” paparnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved