Breaking News:

Berita Nganjuk

Dinkes Nganjuk Akan Berikan Fasilitas Pemakaman Jenazah Warga Isoman Diduga Covid-19

Dinas Kesehatan Nganjuk akan memberikan fasilitas pemakaman jenazah warga isoman diduga Covid-19 gratis, ini syaratnya!

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Plt Kadinkes Kabupaten Nganjuk, R Heni Rochtanti, Kamis (5/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk akan memberikan fasilitas pemakaman jenazah standar Covid-19 untuk warga yang isolasi mandiri (isoman).

Pasalnya, ada sejumlah persyaratan yang harus terpenuhi untuk jenazah yang dimakamkan sesuai aturan penanganan jenazah Covid-19.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, R Heni Rochtanti menjelaskan, dalam pemulasaran jenazah Covid-19 yang meninggal di rumah sakit ketika dalam perawatan dan isolasi, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak rumah sakit. Di mana dalam pemulasaran jenazah dilakukan sesuai prosedur pemakaman jenazah Covid-19.

"Semua proses pemulasaran jenazah warga positif Covid-19 sendiri hingga pemakaman tidak ada biaya atau gratis semuanya. Ini yang perlu diketahui masyarakat," kata Heni Rochtanti, Kamis (5/8/2021).

Akan tetapi, dikatakan Heni Rochtanti, untuk warga yang meninggal saat isolasi mandiri di rumah tanpa ada hasil tes antigen dan PCR, bukan menjadi tanggung jawab rumah sakit untuk melakukan pemulasaran jenazah hingga pemakaman standar Covid-19.

Apabila keluarga menginginkan jenazah yang meninggal dunia saat isoman dilakukan pemulasaran dan pemakaman standar Covid-19 maka jenazah harus dibawa ke rumah sakit dahulu untuk dilakukan tes PCR memastikan jenazah meninggal karena Covid-19. Itupun harus ada rekomendasi dari puskesmas terdekat dan pihak pemerintah desa.

"Prosedur itu yang harus dilalui terlebih dahulu bila ada jenazah meninggal saat isoman di rumah untuk dilakukan pemakaman sesuai jenazah Covid-19 oleh tim pemulasaran jenazah rumah sakit," ucap Heni Rochtanti.

Baca juga: Pemkab Nganjuk Maksimalkan Peran Posko Desa dan Kelurahan, Implementasi Hasil Rakor Satgas Covid-19

Heni Rochtanti mengatakan, saat ini sudah ada solusi dengan adanya pelaksanaan pemulasaran jenazah Covid-19 yang isoman dari BPBD Kabupaten Nganjuk bekerja sama dengan Banser (Nahdlatul Ulama) NU. Ini setelah mayoritas warga Kabupaten Nganjuk yang meninggal diduga karena Covid-19 ketika isoman warga Muslim.

"Jadi kami kira saat ini tidak lagi ada persoalan terkait pemakaman jenazah warga isoman yang diduga positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk karena sudah ditangani oleh BPBD bersama Banser NU," ucap Heni Rochtanti.

Sementara Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Nganjuk, Edy Santoso mengatakan, pihaknya mengapresiasi sudah adanya solusi penanganan jenazah warga isoman diduga Covid-19. Ini dikarenakan sempat ada pengaduan terkait kesulitan pemakaman jenazah warga diduga Covid-19 saat isoman. Hal itu karena warga tidak berani memakamkan jenazah diduga Covid-19 tersebut sebab tidak memiliki kemampuan standar pemakaman Covid-19.

"Jadi dengan sudah adanya BPBD Kabupaten Nganjuk bersama Banser NU yang telah dilatih khusus prosedur dan proses memakamkan jenazah warga diduga meninggal karena Covid-19 maka sudah tidak ada lagi persoalan terkait pemakaman jenazah Covid-19 warga isoman," tutur Edy Santoso yang juga mengharap tidak ada pungli dalam pemulasaran jenazah.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved