Breaking News:

Berita Pasuruan

Pembangunan Jembatan Latek Bangil Pasuruan Baru Capai 30 Persen, Ada Faktor Non Teknis Jadi Kendala

Pembangunan Jembatan Latek, Kecamatan Bangil sudah dikerjakan dan saat ini progresnya mencapai 30 persen.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Ndaru Wijayanto
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Pembangunan jembatan latek. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pembangunan Jembatan Latek, Kecamatan Bangil sudah dikerjakan dan saat ini progresnya mencapai 30 persen.

Meski sudah mencapai 30 persen, tapi ini tidak sesuai target yang diinginkan setelah satu bulan lebih proyek ini dikerjakan.

Ada beberapa kendala yang membuat proyek pembangunan jembatan ini sedikir terlambat. Aliran air yang menuju ke persawahan, menjadi penghambatnya.

Akibatnya, rencana pengecoran lantai kerja dan pemasanan box culvert tidak bisa dijalankan mulus seperti yang direncanakan.

Site Manager PT Nugroho Lestari, M. Rizal mengungkapkan, lambatnya pengerjaan Jembatan Latek, karena ada kendala non teknis. 

Disampaikan dia, air yang mengalir di bawah jembatan, sangat dibutuhkan warga untuk pengairan sawah. Sehingga, air tidak mungkin dibendung untuk sementara.

Padahal, penghentian aliran air itu diperlukan. Agar proses pengecoran lantai untuk pemasangan box culvert bisa dijalankan.

“Air yang mengalir di bawah jembatan, dibutuhkan petani untuk mengairi sawah. Dampaknya, proses pengecoran lantai sulit dikerjakan,” katanya, Jumat (6/8/2021).

Menurutnya, agar proses pengecoran itu bisa dijalankan, pihaknya akan memasang pipa. Tujuannya agar, ada sarana bagi air sungai untuk mengalir ke persawahan.
         
“Kami akan coba untuk memasang pipa. Agar air mengalir dari pipa tersebut,” sambung dia.    

Meski tersendat, sebenarnya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut masih lama.

Sesuai kontrak, setidaknya hingga Desember. Sehingga, ia merasa masih ada kecukupan waktu untuk menyelesaikannya.

Seperti yang diketahui, Jembatan Latek dibangun karena kondisinya yang sudah kropos. Hal ini perlu mendapatkan penanganan, agar tidak membahayakan pengendara.

Apalagi, sudah bertahun-tahun jembatan setempat tidak mendapatkan sentuhan pembangunan

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved