Breaking News:

Berita Surabaya

Perluas Penerima Bantuan, Pemkot Surabaya Ingin Sinkronisasi Data Penerima BPNT, PKH dan MBR

Pemkot Surabaya meminta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Dinas Sosial Surabaya berkolaborasi. Terutama,

surya/Bobby
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat di Balai Kota Surabaya 

Laporan Wartawan Tribun Jatim network, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya meminta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Dinas Sosial Surabaya berkolaborasi. Terutama, dalam sinkronisasi data penerima masing masing-masing bantuan.

Diharapkan, warga tak mendapatkan bantuan ganda. Sehingga, bantuan bisa diperluas kepada warga yang belum mendapat insentif serupa.

Kolaborasi ini penting. Mengingat, pendamping PKH dan pendamping BPNT berada langsung di bawah tanggungjawab Kementerian Sosial.

Sedangkan Dinas Sosial merupakan bagian dari Pemerintah Kota Surabaya.

Selama ini, pendamping PKH dan pendamping BPNT melakukan survei untuk menentukan calon penerima bantuan.

Sedangkan Pemkot Surabaya melalui Dinas Sosial juga melakukan survei untuk mencari data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Data yang dihasilkan dari survei ini diharapkan tidak tumpang tindih.

“Sehingga saya berharap data ini bisa dikomunikasikan dan menjadi satu," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menggelar pertemuan virtual dengan pendamping PKH, pendamping BPNT, dan jajaran Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Sabtu (7/8/2021).

Ke depan, data tersebut bisa berada di bawah naungan Dinsos. Sehingga, mudah dalam memetakan jenis intervensi bantuan untuk calon penerima.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved