Berita Jember

Pemkab Jember Terus Maksimalkan PPKM Berbasis RT/RW, Camat hingga Kades Diingatkan untuk Serius

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memantau penerapan PPKM berbasis RT/RW di Kabupaten Jember.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Ndaru Wijayanto
Dinas Kominfo Jember
Sekda Kabupaten Jember Mirfano ketika memantau penerapan PPKM berbasis RT/RW di Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memantau penerapan PPKM berbasis RT/RW di Kabupaten Jember.

Pemantauan dilakukan di sejumlah tempat. Seperti Sabtu (7/8/2021) di Perumahan Baratan Permai Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang, kemudian Minggu (8/8/2021) dilakukan di Perumahan Pondok Bedadung Indah Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari.

PPKM berbasis RT/RW merupakan salah satu langkah Pemkab Jember menangani pandemi Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember Mirfano memantau penerapan PPKM berbasis RT/RW di Perumahan Pondok Bedadung Indah Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari, Minggu (8/8/2021).

Menurut Mirfano, kinerja penanganan Covid-19 di level RT/RW mulai baik. “Saya melihat semangat RT dan RW sudah mulai tumbuh kuat, terutama di wilayah kota. Ini menunjukkan bahwa penanganan Covid di tingkat bawah mulai membaik,” ujar Mirfano.

Mirfano menegaskan, seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk secara serius dan optimal menangani penyebaran Covid-19 di sektor hulu. Hal tersebut dilakukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Selain itu, kata Mirfano, Pemkab Jember menargetkan supaya Kabupaten Jember bisa masuk ke Level 2.

“Untuk bisa masuk ke Level 2, syaratnya yaitu kasus penambahan positif tidak lebih dari 50 per 100 ribu penduduk, atau maksimal 185 kasus positif baru per hari kalau di Jember,” tegasnya.

Penerapan PPKB berbasis RT/RW itu sesuai dengan intruksi bupati Jember. Setiap lingkungan terkecil yakni tingkat RT dan RW memantau kondisi penyebaran Covid-19 di kawasan masing-masing.

Jika ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka RT dan RW harus melapor ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di level atasnya, seperti posko kelurahan, desa, dan kecamatan.

Sehingga jika ada warga yang memilih menjalani isolasi mandiri di rumah, maka kondisinya terpantau.

Pemantauan dilakukan seperti pemantauan kondisi kesehatan, juga logistik makanan warga yang sedang isoman.

Petugas kesehatan juga melakukan pelacakan dan tes kepada mereka yang melakukan kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif. Langkah itu dilakukan untuk memutus penyebaran mata rantai Covid-19.

“Ketika Ketua RT/RW sudah paham prosedurnya, maka kecepatan penanganan akan terlaksana secara baik,” pungkas Mirfano.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Jember, pada Sabtu (7/8/2021), ada 180 kasus positif baru, 111 kasus pasien sembuh, dan 12 orang meninggal dunia. Hingga 7 Agustus 2021, masih ada 2.486 kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Jember.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved