Breaking News:

Berita Jatim

Hari Terakhir PPKM Level 4, BOR Covid-19 Jawa Timur Jauh Menurun Hingga di Bawah Standar WHO

Hari terakhir PPKM Level 4, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan kondisi perkembangan kasus virus Corona.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Hefty Suud
Istimewa/Grafis Instagram Gubernur Khofifah @khofifah.ip
GRAFIS - Perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Timur. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perpanjangan PPKM Level 4 dijadwalkan berakhir hari ini, Senin (9/8/2021).

Jika tidak ada pengumuman pemerintah pusat untuk memperpanjang kembali PPKM Level 4, maka pembatasan masyarakat yang sudah diberlakukan sejak PPKM Darurat pada 3 Juli 2021 lalu itu akan berakhir hari ini. 

Setelah dilakukan PPKM Darurat dan dilanjutkan PPKM Level 4 selama sebulan lebih, bagaimana kondisi perkembangan kasus virus Corona ( Covid-19 ) di Jawa Timur?

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, sejak 3 Juli 2021 hingga 8 Agustus 2021, di Jawa Timur memang mengalami banyak perkembangan signifikan.

Mulai dari pertambahan kasus harian, hingga keterisian tempat tidur di rumah sakit layanan Covid-19 (BOR) yang telah jauh menurun. 

Baca juga: Penduduk Jawa Timur Berkurang 50.000 Jiwa, Masif Laporan Data Kematian di Tengah Pandemi Covid-19

Untuk perkembangan pertambahan kasus harian, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa di bulan Juni akhir, sebelum awal mula PPKM Darurat, pertambahan kasus Covid-19 di Jatim sempat memuncak di angka 8.000 kasus dalam sehari. 

Namun, saat ini, angka pertambahan kasus harian Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) sudah jauh menurun.

Jumlah tambahan kasus positif Covid-19 harian di Jatim, pada tanggal 8 Agustus 2021, sudah menurun di angka 2.537 orang. Artinya penurunan kasus harian sudah signifikan hingga 50 persen lebih. 

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyinggung soal BOR yang telah banyak menurun secara signifikan.

Ia menyebut bahwa saat ini BOR di Jatim sudah kembali memenuhi standar WHO dengan angka 60 persen.

“Saat ini untuk BOR Isolasi biasa per 8 Agustus 2021 sudah 59 persen, pada saat awal PPKM Darurat 3 Juli 2021, angkanya 81 persen,” tegas Khofifah, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Pelaku Usaha Pariwisata Berharap Presiden Jokowi Tak Memperpanjang PPKM Lagi

Ia menyebutkan saat awal PPKM Darurat isolasi biasa mengalami lonjakan keterisian pasien. Bahkan banyak rumah sakit rujukan Covid-19 yang menutup IGD nya karena tidak bisa menampung pasien. Bahkan RSUD Dr Soetomo juga IGD nya sampai meluber ke selasar, dan banyak pasien terlantar sehingga dibutuhkan penambahan ruang IGD dan isolasi menggunakan triase dari kontainer. 

“Begitu juga dengan RS Lapangan, saat awal PPKM Darurat, angka BOR nya 69 persen, sekarang 51 persen,” tegasnya.

Selain itu, BOR rumah karantina saat ini di Jatim juga sudah menurun di angka 42 persen. Padahal pada tanggal 3 Juli 2021 lalu angka BOR rumah karantina di Jatim mencapai 50 persen.

Sedangkan untuk ICU, penurunan tidak terlalu signifikan. Saat ini BOR ICU Jatim 74 persen, padahal 3 Juli lalu BOR nya 78 persen. Menurut Khofifah, hal itu menunjukkan bahwa pasien yang dirawat di ICU memang pasien pasien yang membutuhkan long stay atau perawatan intensif yang lebih lama.

“Tapi kondisi BOR isolasi biasa, RS lapangan dan Rumah Karantina yang sudah menurun signifikan harus kita syukuri. Karena kondisi saat ini angka BOR kita sudah di bawah standar WHO yaitu 60 persen,” tegasnya.

Kondisi BOR yang menurun di isolasi biasa dan karantina maupun RS Lapangan menandakan bahwa jumlah pasien terinfeksi yang mengalami gejala ringan hingga sedang sudah jauh menurun. 

Sehingga menurut Khofifah menjadi harapan baru bahwa penurunan kasus terus terjadi. Dengan harapan pandemi segera berakhir.

“Tentu kuratif berupa layanan rumah sakit ini adalah hilir. Sedangkan hulunya yaitu menjaga prokes, dan juga menggencarkan terus vaksinasi demi mengejar herd immunity,” pungkas Khofifah.

Berita tentang Jawa Timur

Berita tentang PPKM Level 4

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved