Berita Lamongan

Jaringan Mahasiswa Pengedar Barang Haram Dibekuk Polres Lamongan, Ribuan Barang Bukti Diamankan

Kembali seorang mahasiswa di Lamongan Jawa Timur terlibat dalam peredaran barang haram, obat keras daftar G jenis pil dobel L

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
Jaringan Mahasiswa Pengedar Barang Haram Dibekuk Polres Lamongan, Ribuan Barang Bukti Diamankan
TribunJatim.com/ Hanif Manshuri
Totok Leksono alias Polo, pemasok pil dobel L kepada mahasiswa lain di wilayah Ngimbang Lamongan, Senin (9/8/2021)

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Kembali seorang mahasiswa di Lamongan Jawa Timur terlibat dalam peredaran barang haram, obat keras daftar G jenis pil dobel L.

Keberhasilan Sat Reskoba Polres Lamongan ini menyusul sebelumnya menangkap seorang mahasiswa, Sigit Marseleno (25) alias Sogok yang juga terlibat dalam perdagangan pil koplo dobel L. 

Dan kali ini giliran mahasiswa bernama Totok Leksono alias Polo warga Desa Genangakrik Kecamatan Ngimbang Lamongan  diamankan dengan barang bukti sebanyak 4.947 butir yang siap diedarkan.

Tersangka merupakan pemasok Sogok yang ditangkap sebelumnya. Dari pengakuan Sogok inilah, polisi mengembangkan penyelidikan hingga mengerucut ke nama Polo yang diduga kuat sebagai pemasok.

Polo yang menjadi target  tak menyangka jika dirinya terendus dan ditangkap di rumahnya.

"Tersangka Polo ini adalah jaringan Sogok, Polo adalah pemasoknya, " kata Kasat Reskoba Polres Lamongan, AKP Akhmad Khusen kepada Surya.co.id (Tribun Jatim Net Work), Senin (9/8/2021).

Wilayah peredaran Polo dan Sogok juga terus dikembangkan penyelidikannya. Selain ribuan butir pil dobel L yang diamankan dari tangan Polo, polisi juga mengamankan barang bukti uang  tunai Rp. 300.000, 1 buah HP merek Samsung A 7 warna hitam dan 5  plastik warna putih.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka masih mencoba tidak mengakui kemana dan dari  mata rantai peredaran barang dagangannya tersebut.

Bagi penyidik, pengakuan tersangka yang mencoba memutus sindikatnya, adalah sesuatu yang biasa.

Baca juga: Mensos Risma Ajak ITS Rancang Kapal dan Kirim Motor Listrik GESITS untuk Papua

"Optimis kok, penyidik mampu membongkar jaringannya," kata Khusen.

Yang sudah jelas adalah, ini jaringan oknum mahasiswa, semula Sogok yang ditangkap dengan barang bukti 120 butir pil dobel L, dan Sogok membuka bahwa, barang haram itu ia dapatkan dari pemasok, Polo.

Sogok dan Polo, keduanya dijerat 
Pasal 196, 197 Jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UU RI No.36 tahun 2009 tentang  kesehatan.(Hanif Manshuri)

Kumpulan berita Lamongan terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved