Berita Mojokerto

Kota Mojokerto Capai Herd Immunity  Target Vaksinasi Covid-19 Dosis 2 Tuntas Dua Pekan

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menargetkan vaksinasi Covid-19 tahap pertama maupun tahap kedua rampung 100 persen kurang lebih selama dua pekan

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
Surya/Mohammad Romadoni
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menargetkan vaksinasi Covid-19 tahap pertama maupun tahap kedua rampung 100 persen kurang lebih selama dua pekan mendatang.

Adapun pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Mojokerto kini 95,34 persen sehingga mencapai herd immunity dengan jumlah  sasaran vaksin pertama sebanyak 96.810 dosis dan tahap kedua 34.525 dosis.

"Stok vaksin telah tersedia di Kota Mojokerto guna memenuhi target 100 persen dosis kedua dengan 29.000  sasaran sehingga diperkirakan dua pekan lagi seluruhnya terpenuhi," jelasnya, Senin (9/8/2021).

Ning Ita sapaan Walikota Mojokerto ini menyebut pelaksanaan sasaran vaksinasi Covid-19 dosis kedua yaitu untuk anak-anak usia 12 hingga 17 tahun di masing-masing sekolahnya. Sedangkan, vaksinasi masyarakat umum dilaksanakan di RSUD Prof Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto dengan mendaftar di aplikasi Gayatri.

Selain itu, lanjut dia, vaksinasi dosis ketiga untuk Tenaga Kesehatan (Nakes) akan dilaksanakan besok, Selasa (9/8).

"Jadi besok mulai pelaksanaan dosis ketiga untuk Nakes di Kota Mojokerto," terangnya.

Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi  Covid-19 di Kota Mojokerto dosis pertama tertinggi se- Jawa Timur juga diapresiasi oleh Gubernur Khofifah Parawansa dan Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Sehingga, pihaknya akan berusaha mengusulkan ke pemerintah terkait aspirasi dua poin yang diperoleh dari masyarakat untuk menentukan perpindahan level PPKM.
Poin pertama yakni pencapaian Herd Immunity dengan capaian vaksinasi 95,34 persen dan kedua merupakan tingkat ke patuhan Prokes mencapai 93 persen.

Namun kata Ning Ita, pencapaian dua poin itu belum termasuk enam indikator uang menentukan perpindahan level di PPKM sesuai ketentuan Satgas Covid-19 Pusat.

Adapun keenam indikator itu adalah kasus baru, rawat inap, kematian pasien Covid-19, pengujian (Testing), ketersediaan Bed Occupancy Ratio (BOR). Kemudian, keenam  proses pelacakan mulai identifikasi (Tracing)penilaian dan pengelolaan terhadap orang yang terpapar yang tujuannya guna memutus rantai penularan.

"Jadi dari enam indikator ini sama sekali tidak ada unsur vaksin, semoga nanti dengan capaian kita yang sudah didengarkan ada Reward-bagi kita, palagi pada saat anev dua minggu yang lalu yang dipimpin langsung oleh Pak Wapres, di mana sikap ketaatan masyarakat kita terhadap penggunaan masker dan pelaksanaan Prokes kategori sangat tinggi 93 persen," ungkapnya.

Baca juga: Toko Rental Kamera di Kota Malang Jadi Korban Penipuan, Alami Kerugian Hingga Rp 150 Juta

Pihaknya berharap dua poin itu dapat menjadi pertimbangan usulan ke Pemerintah Provinsi/ Pemerintah Pusat terkait penurunan level PPKM di Kota Mojokerto.

"Semoga dua hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan agar bisa memberikan kelonggaran Kota Mojokerto karena jika berdasarkan pada enam indikator tadi tidak ada yang masuk sama," tandasnya.

Perlu diketahui, capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kota Mojokerto telah mencapai 94,46 persen terhadap kelompok Tenaga Kesehatan, Lansia, Pelayanan Publik,  masyarakat rentan, masyarakat umum dan remaja, pada 6 Agustus 2021.

Prosentase 94,46 persen itu meliputi 
Tenaga Kesehatan mencapai 3.204 (112.82 %), kelompok Lansia mencapai 7.381 (59.13 %), Kelompok Pelayanan publik mencapai 40.809 (330.97 %), kelompok masyarakat rentan dab umum mencapai 37.660 (61.42 %), kelompok remaja mencapai 6.865 (54.57 %). (don/ Mohammad Romadoni).

Kumpulan berita Mojokerto terkini

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved