Breaking News:

Berita Probolinggo

Pelaku UMKM Probolinggo Terpukul Pandemi Covid-19, Pemerintah Gelontor Bantuan

Pendapatan pelaku UMKM mengalami penurunan cukup drastis karena sepinya pembeli. Agar pelaku UMKM bisa bertahan di masa pandemi Covid-19, sejumlah

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/DANENDRA KUSUMA
Ilustrasi UMKM 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Hampir seluruh sektor usaha terpukul pandemi Covid-19, tak terkecuali UMKM.

Pendapatan pelaku UMKM mengalami penurunan cukup drastis karena sepinya pembeli.

Agar pelaku UMKM bisa bertahan di masa pandemi Covid-19, sejumlah bantuan digelontorkan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.

Misalnya, Pemerintah Kota Probolinggo yang terus berupaya memberdayakan pelaku UMKM.

Di dalam segala kegiatan pemerintahan wajib menggunakan produk UMKM.

"Wali Kota juga telah menerbitkan SE terkait hal itu, tujuannya untuk membantu UMKM di masa pandemi. Contohnya pengadaan seragam batik pada 2020. Kami memesan batik di kelompok pembatik UMKM kota probolinggo," kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota Probolinggo, Fitriawati kepada Surya, Senin (9/8).

Fitriawati melanjutkan, pihaknya melakukan pendampingan UMKM dalam program Bantuan  Produktif Usaha Mikro (BPUM) pemerintah pusat sebesar Rp 2,4 juta.

Ada sekitar 19.000 pelaku usaha mikro yang diusulkan mendapat bantuan presiden (banpres) tersebut.

"Realissasi 2020, sebanyak 9.875 orang yang sudah mendapatkannya. Pada 2021 kami usulkan lagi yang belum dapat dan UMKM yang baru. Sampai saat ini baru cair 2.730 orang. Info dari pusat, dalam waktu dekat akan dicairkan semua," paparnya.

Baca juga: Nelayan dan Pekerja Wisata di Watulimo Trenggalek Mulai Jalani Vaksinasi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved