Breaking News:

Berita Nganjuk

Edarkan Pil Koplo Di Warung Kopi, Seorang Wiraswatawan Disergap Polisi di Nganjuk

Dituduh sebagai pengedar pil koplo jenis double L, Fjr (29) wiraswasta warga Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk diamankan

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar
MADURA.TRIBUNNEWS.COM
ilustrasi kasus pil dobel L di Nganjuk 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dituduh sebagai pengedar pil koplo jenis double L, Fjr (29) wiraswasta warga Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk diamankan Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Dari tangan tersangka diamankan 1.000 butir pil koplo dalam kemasan botol dan uang tunai Rp 300 ribu sebagai uang transaksi penjualan pil koplo.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka pengedar pil koplo jenis double L tersebut berawal dari informasi masyarakat.

Dimana disebutkan kalau di salah satu warung kopi di Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk seringkali menjadi tempat transaksi pil koplo.

"Informasi tersebut langsung dilakukan tindaklanjut tim Resmob Satresnarkoba Polres Nganjuk dengan penyelidikan," kata Supriyanto, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: Warga Kecamatan Manyar Meninggal Saat Isolasi Mandiri di Rumah, Jenazah Dibawa ke RS Semen Gresik

Dalam penyelidikan, dikatakan Supriyanto, Resmob Satresnarkoba dapat mengetahui siapa pelaku pengedar pil koplo di warung kopi tersebut. Dimana Resmob mengamankan salah seorang pengunjuk warung kopi yang sedang membawa pil koplo dalam botol. Setelah dilakukan interogasi diketahui tersebut dibeli dari tersangka Fjr yang juga berada di warung kopi tersebut.

"Saat itu juga Resmob Satresnarkoba langsung mengamankan tersangka Fjr beserta barang bukti uang tunai Rp 300 ribu hasil penjualan pil koplo tersebut," ucap Supriyanto.

Tersangka bersama barang bukti pil koplo dan uang tunai, ungkap Supriyanto, langsung diamankan di Mapolres Nganjuk untuk proses hukum lebih lanjut. Dan tersangka pengedar pil koplo tersebut terancam dijerat dengan UU nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Tersangka tersebut diancam dengan hukuman penjara hingga 15 tahun. Dan kami berharap hukuman tersebut membuat tersangka jera sehingga tidak mengulangi perbuatanya lagi mengedarkan pil koplo di warung-warung kopi," tutur Supriyanto. (aru/Achmad Amru Muiz)

Kumpulan berita Nganjuk terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved