Breaking News:

Berita Surabaya

Mahasiswa Psikologi Unair Gagas Inovasi 'Sejati', Aplikasi Self-Care Tekan Risiko Depresi Remaja

Dukung kesehatan mental, lima mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) ciptakan aplikasi self-care berbasis Artificial Intelligence.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Hefty Suud
Istimewa/TribunJatim.com
Tiga mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Nidya Almira Xavier Herda Putri, Elva Chusniyatuzzamrodah, dan Muhammad Fauzan Prawira Arya, Jumat (6/8/2021). 

"Meski begitu masih banyak stigma kesehatan mental yang beredar di masyarakat. Akhirnya membuat seseorang cenderung takut atau malu berkonsultasi dengan ahlinya," imbuhnya.

Mengenai sasaran usia yang dituju, Nidya menjelaskan, remaja dianggap kelompok usia yang rentan mengalami gangguan mental, terutama depresi. 

"Dan kami memang berfokus untuk menurunkan risiko gangguan depresi, mengingat depresi merupakan gangguan mental dengan prevalensi tertinggi di Indonesia, dan bahaya yang dapat ditimbulkannya," terangnya.

Baca juga: Sehat Mental Bukan Berarti 100 Persen Bebas Stress, Simak Penjelasan Pakar Kesehatan Jiwa FK Unair

Nidya dan tim mencoba mengatasi permasalahan tersebut dengan aplikasi self-care bernama "SEJATI" yang dapat digunakan secara mandiri oleh pengguna.

Aplikasi gagasan mereka ini nantinya akan difasilitasi dengan fitur berupa saran aktivitas self-care, artikel kesehatan mental, mood tracker, dan mengobrol dengan Eno, chatbot canggih yang membedakan SEJATI dari aplikasi lain.

Chatbot Eno diplot sebagai fitur utama dalam aplikasi ini merupakan kecerdasan buatan yang dapat mendengarkan cerita dari pengguna. 

"Kami menjadikan Eno sebagai salah satu fitur utama, karena kami berharap chatbot ini bisa menjadi teman bercerita bagi para penggunanya nanti, sehingga pengguna bisa merasa didengarkan kapanpun dan dimanapun," jelas Nidya.

Berkat inovasi Sejati ini, Tim PKM bimbingan Herdina Indrijati selaku dosen dari fakultas Psikologi berhasil mendapatkan pendanaan dari Kemendikbud-ristek RI.

"Kami berharap prototipe aplikasi yang dibentuk dapat dikembangkan dan dipakai secara optimal oleh masyarakat luas," ujarnya.

"Untuk jangka panjangnya, aplikasi ini diharap bisa mengurangi stigma kesehatan mental dan membuat para penggunanya merasa aman dan nyaman dengan kondisi mental mereka,” tutupnya. 

Berita tentang Surabaya

Berita tentang kesehatan mental

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved