Breaking News:

Berita Surabaya

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Tinjau RS Lapangan Tembak Kedung Cowek, Tak Ada Satu Pasien pun

Wakil ketua dprd kota Surabaya tinjau RS Lapangan Tembak Kedung Cowek Surabaya kini tak lagi merawat satu pun pasien covid-19. 

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunJatim.com
Reni Astuti tinjau pelaksanaan PPKM Mikro di Surabaya 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuarini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jumlah angka pasien Covid-19 di Surabaya mulai melandai meski PPKM diperpanjang lagi. Yang menggembirakan, RS Lapangan Tembak Kedung Cowek Surabaya kini tak lagi merawat satu pun pasien covid-19. 

Setidaknya hingga Senin (9/8/2021) kemarin, tak ada pasien di RS darurat untuk pasien covid dengan gejala ringan hingga sedang ini alias nol pasien. 

Tidak hanya RS Lapangan Tembak, antrean pasien covid di RSUD Soewandhie dan RSUD BDH Surabaya juga sudah tidak ada.

"Melihat kondisi ini, sudah selayaknya PPKM Surabaya dilonggarkan," tandas Wakil Katua DPRD Surabaya Reni Astuti yang menyidak langsung RS Lapangan, Selasa, (10/8/2021).

Namun, pemberlakuan PPKM merupakan wewenang pusat. Kalau PPKM level 4 diperpanjang oleh pemerintah pusat dengan pertimbangan lain, maka Pemkot harus punya langkah untuk mengantisipasi dampak ekonomi di masyarakat. 

Meski begitu, Reni senang dengan perkembangan situasi di lapangan. Indikasinya penyebaran covid sudah bisa dikendalikan. Setidaknya bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di Rumah Sakit di RS Lapangan Tembak kosong.

Baca juga: BOR RS Lapangan Indrapura Turun 60 Persen, Warga Jawa Timur Diminta Tetap Patuh Protokol Kesehatan

Sebelumnya semua berharap tidak ada perpanjangan PPKM di Surabaya. Terutama masyarakat menengah kebawah dan pelaku usaha mikro.

Karena jaring pengaman sosial ternyata tidak menyentuh terhadap kebutuhan hidup mereka.

Reni mengingatkan terus dilakukan sosialisasi dan edukasi. Pemkot  Surabaya dan pelaku usaha harus saling bekerja sama.

"Kalau tidak ingin kembali ke masa sulit, ayo benar-benar komitmen disiplin akan protokol kesehatan. Karena mau tidak mau kita harus bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini," kata Reni. 

Politisi perempuan PKS ini berharap orang tua atau wali murid juga ikut mengambil peran dalam mengedukasi dan sosialiasi prokes. "Ayo apa tidak ingin anak-anak kita kembali bisa sekolah tatap muka. Bertemu dengan gurunya dan teman-temannya. Sudah 2 tahun mereka tidak tidak datang ke sekolah," ucap Reni.

Reni mengapresiasi langkah taktis Pemkot Surabaya. Mulai mengoperasikan RS darurat, membuka layanan Puskesmas 24 jam, hingga rumah sehat di setiap RW dan Kelurahan.

Hasilnya bisa dirasakan. Lonjakan covid di kota ini makin landai.  Kondisi di RS sekarang banyak yang kosong. Ini berarti banyak pasien yang sembuh. Ini pertanda baik. 

"Jadi jangan kemudian dipaksa untuk diisi entah itu satu atau dua pasien isoman. Kalau Asrama Haji masih bisa menampung, sebaiknya di isolasi ditempat itu saja," kata Reni. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved