Breaking News:

Ibu Hamil Perlu Tambahan Asupan Air hingga 40 Persen di Trimester Kedua-Tiga, Ini Penjelasan Pakar

Guru Besar FEMA IPB University, Prof Dr Hardinsyah MS beber pentingnya pemenuhan kebutuhan air minum bagi ibu di masa kehamilan.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Hefty Suud
Istimewa/Danone-AQUA 
Webinar series yang dihadiri para pakar dalam tema “Pentingkah Pemenuhan Asupan Air Selama Kehamilan?” yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (11/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sri Handi Lestari

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Air memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh, tak terkecuali bagi ibu di masa kehamilan.

Namun faktanya, 2 dari 5 ibu hamil di Indonesia tercatat belum tercukupi kebutuhan minum hariannya.

Data ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan air minum atau hidrasibagi Ibu di masa kehamilan masih seringkali terlupakan.

Padahal menjaga asupan nutrisi selama kehamilan merupakan hal yang sangat penting, untuk meningkatkan kualitas generasi mendatang dan mencegah berbagai risiko yang dapat terjadi terhadap kehamilannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Guru Besar FEMA IPB University, Prof Dr Hardinsyah MS pada Webinar Pergizi Pangan Seri 57 dengan tema “Pentingkah Pemenuhan Asupan Air Selama Kehamilan?” yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (11/8/2021).

Baca juga: Tidak Semua Ibu Hamil Boleh Vaksinasi Covid-19, Ketua IDI Tuban Beber Kondisi yang Dikecualikan

“Perhatian nasional dan internasional terhadap kebijakan dan program gizi dan kesehatan ibu hamil semakin hari semakin meningkat dalam rangka meningkatkan kualitas generasi mendatang yang lebih sehat, cerdas, dan produktif," kata Prof Hardinsyah.

Oleh karena itu, berbagai upaya meningkatkan status gizi dan derajat kesehatan ibu hamil dengan mencegah terjadinya masalah gizi yang dapat terjadi seperti anemia, defisiensi gizi mikro, kurang energi kronik, ataupun kekurangan asupan hidrasi merupakan investasi yang penting.

Pada kesempatan yang sama, Ahli Penyakit Ginjal dan Hipertensi Siloam Hospital Tangerang, Prof Dr dr Parlindungan Siregar SpPD KGH menjelaskan, pada awal kehamilan terjadi penurunan osmolalitas plasma yang mengakibatkan penurunan rasa haus dan sekresi hormon antidiuretik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved