Breaking News:

Berita Kabupaten Pasuruan

Kejari Bangil Mulai Bidik Calon Tersangka Kasus Dugaan Pemotongan BOP Madin dan Ponpes di Pasuruan

Terkait kasus dugaan pemotongan BOP madin dan ponpes di Kabupaten Pasuruan, Kejari Bangil mulai bidik calon tersangka.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Galih Lintartika
Direktur PUSAKA Lujeng Sudarto (kiri), dan Kasi Pidsus Kejari Bangil Pasuruan, Denny Saputra (kanan), 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kasus dugaan pemotongan Bantuan Operasional (BOP) untuk madrasah diniyah (madin) dan pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Pasuruan mulai menemui titik terang.

Kejaksaan Negeri Bangil Kabupaten Pasuruan sudah menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan.

Informasi yang didapatkan, Korps Adhyaksa sudah mulai membidik calon-calon tersangka dalam kasus ini.

Kasi Pidsus Kejari Bangil, Denny Saputra menyampaikan, dalam kasus BOP ini, penyidik sedang mencari bukti-bukti tambahan dengan terus memeriksa sejumlah saksi. Ada beberapa saksi yang sudah diperiksa.

"Mulai dari lembaga penerima bantuan, baik itu madin ataupun ponpes. Kelompok Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), pegawai di Kemenag Kabupaten Pasuruan, dan lainnya," katanya, Rabu (11/8/2021).

Dia menyampaikan, penyidik memohon waktu untuk bisa menentukan pihak-pihak yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini.

"Kami masih kumpulkan alat bukti tambahan," lanjut dia.

Denny mengakui jika penyidik sudah mengantongi calon tersangka. Dia menyebut, calon tersangka ini bisa datang darimana saja.

Baca juga: Khofifah Gelontorkan Vaksin Covid-19 untuk Santri Ponpes Al Yasini Pasuruan, Ada 2.750 Dosis

"Kami belum bisa sampaikan sekarang, yang jelas kemungkinan bisa siapa saja," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved