Breaking News:

Berita Nganjuk

Pandemi Covid-19 Belum Reda, DPRD Nganjuk Harap Pembelajaran Tatap Muka Belum Digelar

Pandemi Covid-19 belum reda sepenuhnya, Komisi IV DPRD Nganjuk berharap pembelajaran tatap muka ditiadakan sementara.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk, Edy Santoso, Rabu (11/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Masih tingginya penambahan kasus positif Covid-19 (virus Corona) di Kabupaten Nganjuk, membuat kegiatan pembelajaran tatap muka di semua jenjang pendidikan formal maupun nonformal belum boleh digelar.

Kebijakan tersebut sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19, khususnya varian Delta di kalangan pelajar Kabupaten Nganjuk.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, Edy Santoso menjelaskan, Covid-19 jenis varian Delta yang juga dapat menular ke anak-anak harus menjadi pertimbangan sebelum penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Karena bagaimanapun, anak-anak di sekolah memiliki potensi penularan yang lebih mudah karena mereka akan berkumpul untuk bermain, dan kurang dapat menjaga jarak.

"Itu harus menjadi pertimbangan utama sebelum kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dilakukan sekarang ini," kata Edy Santoso, Rabu (11/8/2021).

Di samping itu, dikatakan Edy Santoso, sekarang ini para guru pengajar di sekolah di Kabupaten Nganjuk belum 100 persen mendapatkan vaksin Covid-19.

Terlebih para pengajar yang telah mendapatkan vaksin Covid-19 juga masih ada yang terpapar virus Corona.

Oleh karena itu, ungkap Edy Santoso, pihaknya telah meminta kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Nganjuk untuk tidak memberikan izin kegiatan belajar mengajar secara tatap muka terlebih dahulu di sekolah-sekolah. Sebelum pandemi Covid-19 benar-benar selesai, untuk menjaga kesehatan dan keselamatan anak didik semuanya.

Baca juga: 175 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Nganjuk Sudah Terapkan Layanan Adminduk Online

"Kami tidak ingin ada keputusan tergesa-gesa soal pembelajaran tatap muka di sekolah. Karena ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak didik di sekolah," ucap Edy Santoso.

Memang, diakui Edy Santoso, sekarang ini, baik anak didik, orang tua, bahkan para guru tidak bertemu secara fisik dalam kegiatan belajar dengan bertatap muka sudah lebih setahun. Hal itu menimbulkan kebosanan dan kejenuhan dengan sistem pembelajaran secara daring.

"Akan tetapi semuanya harus sabar di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini. Nanti apabila pandemi Covid-19 telah reda, pasti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bisa kembali dilakukan seperti sebelumnya," tutur Edy Santoso.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved