Breaking News:

Berita Lumajang

Lumajang Masuk Zona Merah Covid-19, Ketua Komisi D: Di Tempat Umum Banyak yang Gak Pakai Masker

Lumajang masuk zona merah Covid-19, Ketua Komisi D: Di tempat umum banyak yang gak pakai masker, ketika sakit baru takut dites.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Tony Hermawan
IGD RSUD dr Haryoto Lumajang, Senin (26/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Satu bulan lebih pemerintah pusat menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Diketahui, pembatasan itu diawali dengan status darurat hingga kini berubah menjadi level 4.

Namun ternyata penerapan PPKM tak cukup efektif menekan laju penularan Covid-19 di Lumajang. Bahkan kini Lumajang ditetapkan sebagai zona merah.

Tingginya angka penularan ditengarai akibat keterlambatan penanganan di tingkat pemerintah daerah.

Tempat isolasi terpadu belum cukup menampung semua orang yang terpapar Covid-19. Bahkan, di lapangan, banyak ditemukan kasus warga keluyuran bebas, padahal berstatus positif Covid-19.

Pada Senin (9/8/2021) lalu, jumlah warga yang menjalani isolasi mandiri mencapai 2.341. Sedangkan selama 9-11 Agustus, kasus baru Covid-19 bertambah 200an orang. Data tersebut terungkap saat Dinas Kesehatan Lumajang, manajemen RSUD dr Haryoto Lumajang melakukan rapat koordinasi bersama Komisi D.

Ketua Komisi D Lumajang, Supratman mengatakan, masih tingginya angka penularan karena masih kacau balaunya penanganan. Selain itu, masyarakat juga cenderung abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Masyarakat sekarang kalau bilang takut virus Corona, saya rasa tidak juga. Di pasar, di tempat umum banyak yang gak pakai masker. Nah ketika sakit, mereka biasanya baru takut untuk dites atau memeriksakan diri ke rumah sakit. Ini yang sebenarnya harus dievaluasi," katanya.

Baca juga: Jalan Rawan Ambles, Truk Bertonase Besar Dilarang Melintas di Piket Nol Lumajang

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius membeberkan, tingginya angka penularan Covid-19 membuat keberadaan obat dan vitamin langka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved