Berita Malang

Mall Dinoyo City Kota Malang Sediakan Layanan Drive Thru, Mudahkan Ojek Online Belanja Pesanan

Mall Dinoyo City Kota Malang memfasilitasi tenant berjualan melayani pembeli dengan sistem drive thru di depan mal sejak 8 sampai 22 Agustus 2021.

Surya/sylvianita widyawati
Sejumlah tenant di Mal Dinoyo difasilitasi berjualan di depan mal dengan sistem drive thru. Ada juga penjual non pangan. Karena sudah kontrak dengan pihak mal, maka dicarikan solusinya seperti ini, Jumat (13/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim.com, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Mall Dinoyo City Kota Malang memfasilitasi tenant berjualan melayani pembeli dengan sistem drive thru di depan mal sejak 8 sampai 22 Agustus 2021.

Dengan begitu, pembeli atau ojek online tidak perlu masuk mal untuk membeli makanan dan minuman di food court yang berada di lantai atas. Jumlah tenant yang terlibat ada 12. 

Selain itu juga ada beberapa penjual non makanan. Seperti Sulika yang berjualan baju dan celana serta kacamata.

"Dengan adanya ini, lumayan ada pemasukan setiap hari. Saya gak masang target kalau berjualan disini," jelas Ika, panggilan akrabnya pada suryamalang.com (Tribun Jatim Network), Jumat (13/8/2021). 

Katanya, kadang sehari ia masih bisa mendapatkan uang Rp 500.000. Untuk pembelinya, ia bilang silih berganti, tapi pasti beli. Untuk jam bukanya mulai pukul 10.00 sampai 20.00 WIB.

Disebutkan Samsudin Lubis, Building Operational Service Mall Dinoyo City, tenant difasilitasi berjualan di luar mall karena juga melayani take away dari penjualan online.

"90 persen penjualan mereka dari online yang tenantnya buka disini," katanya.

Selain itu, beberapa tenant sudah terlanjur memiliki ikatan sewa dengan mal. Sehingga diberikan solusi setelah berembug dengan berjualan di depan mal. "Programnya diberi nama PPKM Kemerdekaan Drive Thru," ujar Samsudin Lubis.

"Namun ada juga tenant yang tetap berjualan di lokasinya karena melayani pesanan online. Sejauh pengamatannya, pembeli lewat kegiatan ini silih berganti."

"Sebenarnya kalau penjual di food court mau turun semua, jumlah tenant bisa lebih dari 12. Tapi mungkin mereka masih melihat perkembangannya karena menyangkut biaya operasional," sambungnya.

Apalagi dalam satu bulan terakhir selalu ada PPKM berkelanjutan. Sedang untuk okupansi tenant saat ini di Mal Dinoyo tinggal 20-25 persen.

Dari 300 tenant, yang bertahan masih 70 tenant. Sehingga manajemen berusaha mencari terobosan agar mereka tetap bisa mendapatkan hasil dari usahanya. 

Sebelum ini, tenant di mal beragam. Ada salon, penjual laptop seken, permainan anak dll. Tenant terbesar yaitu Ramayana karena menyewa beberapa lantai. Food court termasuk lokasi yang banyak dikunjungi pembeli dan ada bioskop di atasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved