Breaking News:

Berita Nganjuk

Manfaatkan Lidah Tetangga, UKM Wong Bayu Nganjuk Memproduksi Aneka Camilan Berbahan Bawang Merah

Baca peluang pasar dan manfaatkan lidah tetangga, UKM Wong Bayu Nganjuk memproduksi aneka makanan ringan berbahan baku bawang merah.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Achmad Amru Muiz
Pemilik usaha camilan khas Nganjuk berbahan baku bawang merah "Wong Bayu", M Yazid, menunjukkan sejumlah produknya, Kamis (12/8/2021).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Membaca peluang pasar dan belum ada yang membuat, menjadi modal dasar dari Muhammad Yazid, warga Desa Bagor Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, dalam mengembangkan usaha olahan bawang merah.

Ia dengan kepiawaiannya sukses memproduksi bawang merah yang diolah menjadi berbagai produk makanan ringan berciri khas asli Kabupaten Nganjuk. Mulai dari cookies bawang merah, stik bawang merah, nastar bawang merah, abon lele (Bangle) bawang merah, krupuk bawang merah, bawang merah goreng, dan sebagainya.

Sejak awal, usaha bawang merah olahan yang dikembangkan oleh M Yazid pada tahun 2014 tersebut tidak lebih dari usaha bawang merah olahan pada umumnya. Sudah cukup banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) yang mengembangkan usaha olahan bawang merah. Namun, bagi Yazid, apa yang dilakukan dalam usaha olahan bawang merah dari para UKM itu dinilai kurang memperhatikan peluang pasar yang ada.

Umumnya, bawang merah olahan yang diproduksi hanya berjenis itu-itu saja dan kurang ada inovasi produksi bawang merah olahan. Apalagi jika melihat ketersediaan bahan baku bawang merah di Kabupaten Nganjuk yang cukup melimpah.

"Dari pemikiran tersebut kamipun mencoba melihat peluang pasar untuk olahan bawang merah. Dan terpikirlah kami untuk membuat makanan ringan berbahan baku bawang merah sehingga cita rasanya khas bawang merah asli Nganjuk," kata Yazid saat ditemui di rumahnya, Kamis (12/8/2021).

Produk olahan bawang merah berupa makanan ringan tersebut memang sudah ada banyak di pasaran. Namun rasa hasil produksi bawang merah olahan dari usaha Yazid yang diberi merek "Wong Bayu" itu betul-betul memiliki khas aroma dan bercita rasa bawang merah. Bahkan, dengan pengolahan makanan ringan berbahan baku bawang merah tersebut bisa dijamin kandungan minyaknya telah dihilangkan hingga 95 persen. Dengan demikian, makanan ringan berbahan baku bawang merah itu bisa menjadi makanan sehat untuk dikonsumsi siapa saja.

"Konsumen makanan ringan berbahan baku bawang merah yang kami produksi tidak perlu takut terkena efek tidak sehat. Seperti terkena kolesterol, asam urat, dan sebagainya," ucap Yazid.

Baca juga: Minuman Olahan Air Hujan, Banyu Langit Lumajang Disebut Mampu Percepat Pengobatan Covid-19

Dalam mengembangkan usaha produk olahan bawang merah diawali Yazid secara otodidak. Tidak ada acuan atau ilmu khusus untuk memproduksi aneka makanan ringan berkelas menengah ke atas tersebut. Diawali dengan mencoba memproduksi makanan ringan cookies yang bahan bakunya dari tepung, telur, bumbu pilihan, dan bawang merah jenis bauji dan Thailand asli hasil produksi pertanian dari Kabupaten Nganujuk pada tahun 2014, ternyata itu cukup disukai konsumen.

Meski terlebih dahulu untuk memastikan cita rasa yang diharapkan, Yazid harus membagikan hasil produksi cookies itu ke para tetangga untuk mencoba menikmatinya. Artinya, Yazid memanfaatkan lidah para tetangga sebagai survei cita rasa. Apa kekurangan dari cookies yang diproduksinya bisa diketahui dengan mudah dan cepat untuk disesuaikan dalam produksi berikutnya.

"Ya Alhamdulillah berkat lidah para tetangga dalam uji coba cita rasa. produksi makanan ringan berbahan baku bawang merah kami bisa diterima pasar kelas menengah ke atas, baik itu di pasar modern di Pulau Jawa atau luar Pulau Jawa hingga sekarang ini," tandas Yazid.

Karena itu, tidak mengherankan jika usaha makanan ringan olahan bawang merah khas Nganjuk dengan modal awal yang dikeluarkan Yazid hanya Rp 100 ribu tersebut sampai mampu beromzet hingga Rp 60 juta per bulan

Meskipun di tengah pandemi Covid-19 (virus Corona) seperti sekarang ini omzet terjun bebas karena permintaan sepi, tetapi Yazid tetap optimistis usahanya tersebut akan kembali bangkit dalam waktu dekat.

"Semoga pandemi segera selesai dan kondisi kembali pulih sehingga usaha kamipun bisa kembali bangkit," tutur Yazid.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved