Breaking News:

Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Gelar Sholawat dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dari Covid-19

Pemkab Nganjuk menggelar Sholawat dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dari Covid-19, sekaligus dalam rangka peringatan HUT RI ke-76.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Pemkab Nganjuk gelar Sholawat dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dari Pandemi Covid-19 (virus Corona), Jumat (13/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Ikhtiar pada Tuhan YME sebagai Sang Pencipta, Pemkab Nganjuk gelar Sholawat dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dari Pandemi Covid-19 (virus Corona).

Hal itu sekaligus dalam rangka peringatan HUT RI ke-76 di Kabupaten Nganjuk.

Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, tidak terasa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, khususnya Kabupaten Nganjuk sudah berlangsung selama 1,5 tahun.

Terakhir perkembangan kasus Covid-19 telah mencapai hampir 11 ribu kasus. Penambahan kasus positif tertinggi terjadi antara tanggal 12-20 Juli 2021 lalu atau dalam waktu delapan hari mencapai 2.900 kasus.

"Dari jumlah tersebut sebanyak 80 persen bisa sembuh dari Covid-19, dan sebanyak 5-7 persen meninggal dunia karena Covid-19," kata Marhaen Djumadi dalam acara Sholawat dan Doa Bersama untuk keselamatan bangsa, yang digelar secara virtual, Jumat (13/8/2021).

Dengan kondisi itu, dikatakan Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk terus berupaya menjalankan skema penanganan Covid-19 dengan berbagai macam langkah dan kegiatan. Termasuk dengan mengimbau masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 untuk mengikuti program isolasi terpusat (isoter). Ini dikarenakan terjadinya penularan Covid-19 terbesar dari klaster keluarga yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

"Kalau tidak salah ada sekitar 1.500 warga yang melakukan isoman di rumah, dan mereka itu sekarang ini yang diimbau untuk melakukan isoter di desa masing-masing, di kecamatan, atau di tiga tempat isoter yang kami sediakan," ucap Marhaen Djumadi.

Baca juga: Program Bantuan Keplekan Wong Nganjuk Peduli Dampak Covid-19 Direncanakan Ditutup Akhir Agustus 2021

Di samping itu, ungkap Marhaen Djumadi, pihaknya juga mengharapkan penerapan protokol kesehatan ketat terus dilakukan oleh masyarakat.

Hal itu karena varian Delta Covid-19 lebih ganas dari varian sebelumnya. Di mana penularan varian Delta butuh waktu 5 detik saja. Tidak hanya lansia, virus ini juga menyerang warga usia muda.

Bahkan, Marhaen Djumadi menyebut, warga usia muda banyak yang meninggal dunia.

Oleh karena itu, tambah Marhaen Djumadi, pihaknya mengajak semuanya untuk bersama-sama berikhtiar memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar segera mengangkat virus Covid-19 dari muka bumi Indonesia, khususnya Kabupaten Nganjuk.

"Marilah berikhtiar doa bersama memohon pada Allah SWT untuk mengetuk pintu langit agar virus Covid-19 segera diangkat dari bumi Indonesia, khususnya Kabupaten Nganjuk sehingga semuanya bisa kembali seperti sebelumnya," tutur Marhaen Djumadi.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved