Lewat Unismaku Jampi, Rektor Unisma Malang Maskuri Pandu Acara Talk Show Bahas Isu Kekinian

Lewat Unismaku Jampi, Rektor Unisma Malang Maskuri memandu acara talk show yang membahas berbagai isu kekinian.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com/Humas Unisma
Kegiatan talk show yang dipandu oleh Rektor Unisma, Maskuri di area Taman Al Quran, Jumat (13/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sylvianita Widyawati

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Maskuri, memandu acara talk show bertajuk "Unisma Kampus Unggul Jelajah Akademik Merespons Persoalan Indonesia (Unismaku Jampi)."

Kegiatan ini dilaksanakan mulai Jumat (13/8/2021) sampai 17 Agustus 2021.

"Talk show ini untuk memperingati HUT RI dan tahun baru 1 Hijriyah 1443. Isu-isu yang diangkat adalah topik kekinian di Indonesia. Seperti hari ini membahas tentang kesehatan di masa pandemi," jelas Maskuri, Jumat (13/8/2021).

Dikatakannya, Unisma ingin memberi kontribusi untuk sehat dengan tema tayangan ini.

Kegiatan hari pertama yang bertempat di Taman Al Quran menghadirkan pembicara Direktur RSI Unisma, dr Tri Wahyu Sarwiyata, Dekan FMIPA Unisma, dr Ari Hayati, dan Dekan Fakultas Kedokteran Unisma, dr Rahma Triliana.

Di acara itu, dr Tri Wahyu menyatakan pentingnya menjaga protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dalam kondisi pandemi dengan memakai masker, jaga jarak, menghindari kerumuman.

Dia menambahkan, karena banyaknya warga yang terpapar Covid-19 dan meninggal dunia, animo masyarakat untuk ikut vaksinasi tinggi. 

"Akhir-akhir ini animo masyarakat juga tinggi ikut vaksinasi untuk herd immunity. Jika vaksinasi di Indonesia sudah mencapai 70 persen, maka kasus Covid-19 di Indonesia akan turun," jelasnya.

Apalagi persyaratan perjalanan juga harus sudah vaksin. 

Baca juga: Vaksinasi Nakes dan Disabilitas Digelar di UMM Serta Unisma, Vaksin Sinopharm dan Moderna Disiapkan

Sebagai lembaga yang memberi pelayanan kesehatan, RSI Unisma setiap hari melakukan kegiatan vaksinasi yang diamanahkan. Menurutnya, edukasi prokes ke masyarakat harus dilakukan terus menerus oleh berbagai elemen. Termasuk mendorong masyarakat untuk ikut vaksinasi. 

Sedangkan dr Ari Hayati mengatakan, banyak tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk penyembuhan pasien Covid-19 sebagai alternatif. Masyarakat bisa mengkonservasi tumbuhan sehingga bisa berdaya. Ia mencontohkan tumbuhan di sekitar kampus Unisma yang bisa dimanfaatkan untuk membuat teh. 

Seperti daun bidara, daun buah tin dan lain-lain.

Sementara dr Rahma Triliana menyebutkan, memberikan pelantihan pemulasaran jenazah ke masyarakat agar lebih mandiri. Dikatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, semua harus bergerak bersama dan tidak bisa sendiri-sendiri. 

Beberapa topik yang akan diangkat di talk show ini seperti tentang pembelajaran dan pendidikan karakter, mengatasi berita hoax dan sarkasme serta banyak lainnya. Kegiatannya dilaksanakan di sekitar kampus.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved