Breaking News:

Berita Mojokerto

Dindik Kota Mojokerto Bersiap Terapkan PTM di Sekolah, Prioritas SMP

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto bersiap menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menyusul berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Ilustrasi Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, M Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto bersiap menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menyusul berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali dalam situasi Pandemi Covid-19.

Pembelajaran metode tatap muka di sekolah itu dapat diterapkan jika memenuhi persyaratan-persyaratan dan penurunan status PPKM level 4 di Kota Mojokerto.

Kadindik Kota Mojokerto, Amin Wachid menjelaskan pihaknya telah
mempertimbangkan terkait
menerapkan PTM di sekolah sehingga dapat dimulai setelah berakhirnya masa perpanjangan PPKM level 4 ini.

"Jadi pembelajaran PTM di sekolah akan kembali bisa diterapkan jika sudah zona oranye dan zona hijau atau PPKM level 2," ungkapnya, Senin (16/8/2021).

Amin mengatakan adapun persyaratan PTM di sekolah juga memperhatikan kondisi Epidemiologis di daerah masing-masing terutama di wilayah Kota Mojokerto yang kini masih dalam level 4.

Dia menyebut ada empat persyaratan utama yang harus dipenuhi untuk penerapan PTM di sekolah dalam situasi Pandemi Covid-19.

"Ada empat persyaratan utama bisa dimulainya PTM di sekolah yakni kondisi Epidemiologis, pemenuhan daftar periksa Prokes sekolah yang diunduh di Dapodik dan terverifikasi oleh KemendikbudRistek. Izin tertulis Kepala Daerah dan persetujuan tertulis orang tua/ wali murid," bebernya.

Menurut Amin, jika seluruh persyaratan itu terpenuhi maka dia akan mengintruksikan  kepada seluruh Kepala Sekolah untuk segera melakukan persiapan dan memulai pembelajaran PTM di kelas.

Terpenting, prioritas pembelajaran PTM akan diterapkan di sekolah SMPN setelah itu disusul sekolah dasar. Apalagi, vaksinasi Covid-19 dosis kedua bagi pelajar terutama siswa SMPN di Kota Mojokerto masih berjalan dan hampir selesai.

"Rencana PTM di sekolah SMP terlebih dahulu disusul sekolah SD dan terkait realisasinya kita masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat," pungkasnya. (don/ Mohammad Romadoni).

Baca juga: Kisah di Balik Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Sayuti Melik Ubah Sejumlah Hal

Kumpulan berita Mojokerto terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved