Breaking News:

Berita Kabupaten Kediri

Petani Cabai di Kediri Menjerit Harga Anjlok Sejak PPKM, Berharap Tak Ada Perpanjangan Lagi

Petani cabai di Kediri menjerit harga anjlok sejak PPKM, mereka berharap tak ada perpanjangan lagi: Kalau sudah selesai keadaan daruratnya.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Farid Mukarrom
Petani cabai di Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, saat memetik cabai pada Senin (16/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Petani cabai rawit di Kabupaten Kediri menjerit harga anjlok sejak adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama hampir satu bulan.

Bahkan selama PPKM Darurat, harga cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp 50-60 ribu per satu kilogram, kini hanya berkisar Rp 10-15 ribu.

Keadaan ini dikeluhkan oleh sebagian besar petani cabai rawit di Kabupaten Kediri.

Seperti yang disampaikan oleh Riani, petani cabai asal Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Ia mengatakan, sejak adanya kebijakan PPKM, harga cabai mengalami penurunan yang cukup tajam.

Keadaaan ini semakin diperparah dengan sulitnya memperoleh akses pupuk bersubsidi selama dua minggu terakhir.

Alhasil Riani terpaksa mengeluarkan biaya lebih untuk menghasilkan cabai rawit yang berkualitas.

Kepada TribunJatim.com, Riani menjelaskan awal mula harga cabai di Kabupaten Kediri mengalami penurunan yang cukup tajam.

"Dulu harga satu bulan masih Rp 35 sampai 40 ribu. Sekarang hanya tinggal Rp 11 ribu per kg dan bertahan hampir satu minggu lebih," ujarnya, Senin (16/8/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved