Breaking News:

Berita Lumajang

Kabupaten Lumajang Sulit Terapkan Harga Tes PCR Rp 450-550 Ribu, Ini Alasannya

Kabupaten Lumajang butuh waktu menyeragamkan harga tes PCR Rp 450-550 ribu. Begini kata Juru Bicara Penanganan Covid-19, dr Bayu Wibowo Ignasius.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Hefty Suud
TribunJatim.com/Tony Hermawan
Juru Bicara Penanganan Covid-19 dr Bayu Wibowo Ignasius. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Tony Hermawan

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Instruksi Presiden Joko Widodo menyeragamkan harga tes PCR Rp 450-550 ribu di Indonesia, tampaknya butuh waktu lama untuk bisa diterapkan di Kabupaten Lumajang

Faktanya di Kabupaten yang memiliki luas 179,1 kilometer hanya ada 2 tempat yang menyediakan layanan tes PCR, yakni RS Bhayangkara dan RS Muhammadiyah.

Keterbatasan tidak hanya berhenti di situ. Kabupaten yang memiliki julukan Kota Pisang ini ternyata tidak memiliki laboratorium untuk menyimpan komponen alat tes PCR.

Alhasil, jika ada pasien yang membutuhkan layanan tes PCR masih harus dipesan di kabupaten tetangga.

Baca juga: RS Wava Husada Masih akan Membahas Harga Terbaru Tes PCR, Saat Ini Masih Berkisar Rp 700 Ribu

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Lumajang, dr Bayu Wibowo Ignasius mengatakan, sistem suplai secara pre order ini merupakan latar belakang harga tes PCR tinggi. Sebab harga reagen PCR di kabupaten sekitar sudah mencapai Rp 650 ribu.

"Memang selama ini dalam PCR kami bekerja sama dengan pihak ketiga. Biasanya, pasien akan dipatok sampai Rp 1 jutaan untuk menutup biaya APD dan operasional," katanya.

Sebetulnya, kata dr Bayu, beberapa waktu lalu pihaknya telah berusaha menurunkan harga tes PCR agar lebih ekonomis.

Pihaknya mendapat tawaran menerima bantuan mesin dan reagen untuk mendeteksi virus Corona ( Covid-19 ) melalui tes usap. 

Baca juga: 375 Napi Lumajang Dapat Remisi Hari Kemerdekaan, 8 Orang Diusulkan Bebas

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved